Kaltengtoday.com, Sampit – Di tengah hamparan kebun sawit yang membentang sejauh mata memandang, terdapat sebuah benda yang sekilas tampak tidak istimewa. Bentuknya hanya sebongkah beton tua. Catnya telah memudar. Sebagian sisinya mulai ditumbuhi lumut dan rumput liar. Namun bagi Musi dan kawan-kawannya, benda itu memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar patok batas.
Di atas permukaan beton tersebut masih terlihat tulisan yang mulai termakan usia : MAM 20.
Baca Juga : Masyarakat Sebabi Minta BPN Tunjukkan Langsung Batas HGU PT BAP di Lapangan
Patok itu berdiri tidak jauh dari lokasi yang kini ditempati kelompok warga pengklaim lahan. Saat awak media diajak menuju lokasi, sejumlah warga secara bergantian menunjuk ke arah patok tersebut.
Menurut mereka, keberadaan Patok MAM 20 menjadi salah satu alasan mengapa mereka meyakini lahan seluas 179 hektare yang mereka klaim bukan merupakan bagian dari Hak Guna Usaha (HGU) PT Tapian Nadenggan.
Di sinilah sengketa itu mulai memasuki lapisan yang lebih rumit. Yang dipersoalkan warga bukan semata soal siapa yang menguasai lahan, melainkan di mana sebenarnya batas HGU perusahaan berada.
Sebongkah Beton di Tengah Kebun Sawit
Saat peninjauan lapangan dilakukan, warga tidak langsung menunjukkan dokumen atau berkas perkara. Mereka justru mengajak awak media menuju sejumlah titik yang mereka anggap penting.
Salah satunya adalah Patok MAM 20, warga meyakini patok itu dipasang oleh pihak perusahaan sebagai bagian dari penanda batas areal HGU. Keyakinan itulah yang terus mereka pegang hingga hari ini.
Baca Juga : Diduga Salahgunakan Wewenang, Oknum Legislator Kotim Dilaporkan Organisasi Adat
Menurut warga, keberadaan sejumlah patok serupa di lapangan menunjukkan batas tertentu yang selama ini mereka pahami sebagai batas areal HGU perusahaan, Karena itu, mereka berpendapat bahwa lahan yang mereka klaim berada di luar garis batas tersebut.
“Kami tidak asal mengklaim. Ada patok-patok yang kami lihat di lapangan,” ujar, Kartono salah seorang anggota kelompok penggugat saat menunjukkan lokasi kepada awak media.














Discussion about this post