Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Keinginan para pelaku pertanian maupun perikanan akan dapat permodalan pula dari bank, nampaknya sebentar lagi akan jadi kenyataan. Bukan sekadar angan-angan belaka.
Hal itu tercetus dalam pertemuan rutin di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur yang berlangsung belum lama ini. Kebetulan, fokus materi pertemuan rutin BPP Paju Epat adalah mengenai sosialisasi pembiayaan sektor pertanian bersinergi bersama Bank Syariah Indonesia (BSI).
Baca Juga : Layanan PBB Keliling BPPD Barut, Dorong Kepatuhan Wajib Pajak dan PAD
Program tersebut bertujuan untuk mewujudkan cita cita peningkatan ekonomi kerakyatan masyarakat tani dan nelayan di wilayah binaan penyuluh pertanian Kecamatan Paju Epat. Selain para pengurus kelompok tani , kelompok wanita tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan jajaran penyuluh pertanian se-Kecamatan Paju Epat pun hadir di acara ini.
Adapun pelaksanaan program pembiayaan bagi petani dan nelayan sungai binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di wilayah Kalimantan Tengah oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) sendiri, difokuskan pada perluasan akses permodalan inklusif, pendampingan kelompok usaha, serta penyaluran pembiayaan syariah seperti KUR Syariah dan program pemberdayaan berbasis komunitas.
Dijelaskan dalam beberapa halaman terkait, salah satunya adalah akses permodalan syari’ah (KUR BSI) dengan cara menyalurkan pembiayaan modal kerja dan investasi bagi pelaku usaha di sektor pertanian, perkebunan, serta perikanan darat/sungai dengan skema syariah (tanpa bunga, menggunakan akad seperti Murabahah atau Qordh).
Khusus untuk wilayah binaan BPP/kelompok tani atau nelayan sungai tertentu di Kalimantan Tengah, detail teknis penyaluran spesifik biasanya dikoordinasikan secara langsung melalui Kantor Cabang BSI terdekat di kabupaten/kota setempat bersama penyuluh BPP setempat.
Baca Juga : BPPRD dan DPRD Kabupaten Barito Kuala Kaji Pengembangan Inovasi Pendapatan Daerah ke Bartim
Tentunya, hal ini menimbulkan harapan serta semangat bagi para pelaku pertanian maupun nelayan sungai binaan BPP Paju Epat. Di mana ke depan, ada gambaran penyejahteraan dalam kehidupan mereka. Tak lagi hanya mengandalkan perolehan lahan atau alam.
“Kami berharap ke depan tak hanya di Paju Epat. Tapi bisa juga mencakup petani dan nelayan sungai lainnya, yang punya potensi mengembangkan sumber dayanya, ” komentar Martho, salah seorang petani di Kecamatan Dusun Timur, yang mengaku pernah mengajukan kredit pertanian di sebuah bank, tapi saat itu masih mengalami kendala persyaratan. [Red]














Discussion about this post