Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Di balik hingar bingar dan gebyar acara Festival Vokal Solo Dangdut III Tahun 2025, yang baru saja tergelar sukses Sabtu (9/8/2025) kemarin, ternyata menyimpan sedikit masalah, yang menjadi keluhan para panitia penyelenggara.
Baca Juga : Hasan Busyairi: Lewu Palangka Festival Cerminan Kearifan Lokal Palangka Raya
Seperti yang diungkapkan Ketua Panitia Lurikto bersama beberapa panitia, memang dukungan sponsor dan donatur baik dari perusahaan pertambangan, perkebunan kelapa sawit, organisasi perangkat daerah (OPD) dan lain-lain cukup banyak. Demikian jumlah anggaran yang didapat, memang mencapai angka yang lumayan, yaitu senilai Rp42 juta-an.
Namun dalam perhitungan riil, angka itu terlalu “pas” bahkan untuk beberapa sektor seperti makan minum panitia, masih sedikit nombok. “Yang kita prioritaskan adalah hadiah para juara, honor artis, pengiring dan lain-lain, termasuk konsumsi jangan sampai terutang,” tandas Lurikto saat rapat terakhir sebelum pelaksanaan.
Adapun hal yang menjadi ganjalan, adalah anggaran sponsor dari PT Adaro, yang masih mengendap di Setda Bartim. Karena menurut staf dari PT Adaro yang menyalurkan bantuan tersebut, disalurkan dalam satu paket gelondongan ke Setda Bartim selaku penyelenggara Bartim Expo 2025.
Baca Juga : Lewu Palangka Festival Sebagai Wujud Nyata dari Identitas Kota
Dan pihak panitia sendiri, memperlihatkan chat dari pihak perusahaan, bahwa dananya diberikan dalam satu paket dengan penyelenggaraan ekspo. Padahal, secara hirarkis, penyelenggaraan festival terpisah dan otonom dengan ekspo, meskipun secara emosional, menjadi satu rangkaian symbiosis.
Hal ini menjadikan suasana serba tidak enak. Dari pihak panitia hendak berkoordinasi, ada kekhawatiran miskomunikasi. Namun jika tidak ditagih, itu adalah hak panitia FVSD III 2025, dan penyaluran dana sponsor dari PT Adaro, bukanlah sesuatu yang baru buat mereka. Dari pelaksanaan FVSD I 2023 pun, kerjasama sudah terjalin. [Red]














Discussion about this post