kaltengtoday.com – Palangka Raya. Para pengusaha yang bergerak dibidang perusahaan autobus (PO) mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga 80 persen akibat pandemi corona dan juga adanya larangan pemerintah mengenai pembatasan angkutan penumpang.
Ini seperti yang diutarakan Ricky Kaharap, pimpinan Perusahaan Outobus (PO) Logos, di Palangka Raya. Pria yang ditemui Kalteng Today, Selasa (28/4) mengaku bahwa dengan penyebaran Virus Corona ini sangat berpengaruh pada perusahaan yang bergerak dibidang tranfortasi darat itu.

“Kami dari PO. LOGOS mengikuti anjuran dari pemerintah, yang dimana untuk masalah angkutan pada saat mudik seperti ini, angkutan penumpang atau manusia itu kita tidak adakan,” katanya.
Peniadaan tersebut kata dia berlaku mulai 24 April 2020 lalu sampai dengan 31 Mei 2020 mendatang. Hal ini menurutnya berkaitan juga adanya surat edaran yang dikeluarkan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri tahun 1441 Hijriah, dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019.
“Kalau untuk paket logistik dan cargo kita masih bisa menerima. Seperti jalur dari Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun, hingga Banjarmasin kita masih menerima. Itupun kita harus menunggu semua terkumpul terlebih dahulu, atau tidak seperti hari biasanya yang rata-rata langsung berangkat pada hari itu juga,” bebernya.
“Kita memiliki sekitar 14 armada bus yang kini rata-rata tidak beroperasi dan manajemen memilih untuk menyimpannya digudang untuk sementara waktu,” ucapnya.
Ia mengakui pendapatan usahanya ini semakin menurun sejak adanya penyebaran Virus Corona di Provinsi Kalteng menjadi menurun sampai dengan 80%, mengingat kondisi ini cukup sangat berpengaruh pada perusahaan swasta tersebut.
“Dari pihak manajemen yang pusatnya di Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun sampai saat ini mencoba bertahan saja. Makanya kami melayani paket logistik saja sampai saat ini. Selain itu, kami juga menghindari adanya PHK terhadap karyawan yang ada,” tuturnya.
Baca Juga:
Kesehatan Walikota Palangka Raya Diperiksa Ulang, Rumah Sakit Siapkan Ruang Isolasi
Pria yang akrab dengan panggilan Ricky dan pernah menjadi salah satu Ketua di Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Palangkaraya ini mengharapkan pemerintah juga memperhatikan para supir dan kenek setiap angkutan, mengingat sistem pembayaran terhadap mereka diuangkan per sekali kerja.
“Sebelum adanya surat edaran Pemprov Kalteng. Kami juga sudah melaksanakan Physical distancing,” pungkasnya. [Red]














Discussion about this post