Kalteng Today – Sampit, – Dimulainya tahun ajaran baru di tengah pandemic Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan mencari solusi untuk proses pembelajaran sekolah agar terus berjalan dengan baik.
“Kita akui dengan kondisi sekarang memang tidak mudah bagi sekolah untuk melaksanakan pendidikan secara online. Kita ini belum siap, belum mampu, karena itu Pemkab Kotim diharapkan mencari solusi yang terbaik untuk masa depan anak didik kita,” kata Ketua DPRD Kotim, Rinie A Gagah, Kamis (16/7/2020) kepada kaltengtoday.com.
Salah satunya menurut Rinie, Pemkab Kotim bisa menyediakan fasilitas bagi guru maupun pihak sekolah. Juga pihak sekolah diminta untuk menyiasati bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas untuk program belajar online.
“Setidaknya untuk siswa yang tidak mampu, pemerintah bisa memikirkan solusinya, karena tidak semua orang tua murid akan mampu menyediakan sarana dan prasarana untuk siswa mengikuti proses pembelajaran daring,” jelas Rinie.
Ia tidak menampik, jika kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 saat ini yang utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran bagi pemerintah.
“Sehingga belajar dalam jaringan online adalah pilihan satu-satunya saat ini untuk bisa dilakukan, namun kami berharap pihak sekolah melalui pemerintah daerah tetap menyesuaikan kondisi masing-masing keadaan ekonomi orang tua murid,” pungkas Rinie.
Baca Juga :Â Pemerintah Diminta Rumuskan Metode Pembelajaran Jelang New Normal
Sementara itu seperti yang diketahui, pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten selama pandemic covid-19 telah mengeluarkan kebijakan untuk dunia pendidikan salah satunya menerapkan sistem pendidikan melalui daring itu berlaku disemua satuan pendidikan dari tingkat TK/PAUD hingga perguruan tinggi.
Mereka diminta untuk menerapkan sistem pembelajaran di rumah melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online. Siswa belajar di rumah, sedangkan guru memberikan tugas secara online dengan memanfaatkan aplikasi yang ada sebagai sarana komunikasi, seperti Google Class, WhatsApp, Line serta aplikasi lainnya.
Namun seiring berjalannya waktu, proses belajar di rumah dengan sistem daring ini banyak dikeluhkan orang tua siswa selain tugas yang diberikan guru cukup berat, mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk pembelian kuota data.
Sistem pembelajaran daring ini membutuhkan kuota data yang cukup besar untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, khususnya saat mengunggah tugas yang telah selesai dikerjakan. [Red]














Discussion about this post