kaltengtoday.com, – Palangka Raya – Guna mengoptimalkan pengembangan bisnis, khususnya UMKM di Kota Palangka Raya, JNE menggelar webminar Ngajak Online 2022 Gollaborasi Bisnis Online, Selasa (19/7/2022).
Webminar tersebut menghadirkan dua narasumber yang merupakan pelaku UMKM di Kota Palangka Raya, yakni Aditia Rahman selaku pemilik toko distro White House dan Ririn Fransisca selaku pemilik rumah kecantikan Huma Bawin Dayak.
Baca juga :Â Tingkat SDM dan PTS, LLDIKTI Wilayah XI Gelar Bimtek di Palangka Raya
Deputi Branch Head JNE Palangka Raya, Anita dalam sambutannya mengatakan, webminar tersebut dilaksanakan guna membantu para UMKM di Kota Palangka Raya untuk dapat bangkit dan berjaya di masa pandemi covid-19.
Pasalnya, pandemi covid-19 yang melanda Kota Palangka Raya dalam dua tahun terakhir, memberikan dampak yang besar terhadap aktivitas UMKM, khususnya pada pendapatan para UMKM.
“Melalui webminar ini, kami siap merangkul dan memberikan berbagai solusi bagi penggiat UMKM, untuk bisa bangkit dan berjaya dalam pandemi covid-19 dan di tengah tantangan 4.0,” katanya.
Dijelaskannya, dalam hal ini, JNE tidak hanya sebagai media jasa ekspedisi saja. Melainkan juga siap membantu para UMKM untuk membantu mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang terjadi.
Salah satunya dengan melihat potensi-potensi atau strategi penjualan di tengah pandemi, yang saat ini telah merambah ke dunia digital.
“Seperti, pandemi membuat masyarakat yang sebelumnya lebih condong terhadap aktivitas belanja secara offline. Namun akibat dipaksa diam di rumah, merubah kebiasaan masyarakat untuk belanja melalui dunia digital,” ucapnya.
Untuk melakukan diskusi bersama pelaku UMKM, lanjut Anita, pihaknya juga menggandeng pemerintah agar solusi yang didapat benar-benar bisa membantu para UMKM.
“Selain itu kita juga ada promo-promo menarik bagi member JNE Loyalty Card (JLC), sehingga membuat para UMKM bisa mendapatkan keuntungan yang lebih nyata,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemilik Distro White House, Aditia mengatakan, selama pandemi berlangsung, terjadi penurunan omset yang signifikan.
Kondisi tersebut, membuat dirinya mencoba strategi pemasaran baru, yakni pemasaran online dan memberikan hadiah atau giveaway kepada konsumennya.
“Jadi pada waktu itu saya mengeluarkan sedikitnya uang Rp 15 juta, untuk giveaway produk kami agar dapat dikenal luas oleh market,” tuturnya.
Bahkan, distro yang menjual perlengkapan olahraga skateboard tersebut, harus menggunakan sistem penjualan online untuk dapat menarik pasar lebih luas lagi.
“Jadi kami memang sebelumnya itu jualan offline saja. Tapi pandemi memaksa kami untuk menjual dengan cara online. Alhasil, saat ini kami sudah memiliki sembilan reseller di luar Kota Palangka Raya,” bebernya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Ririn, pemilik rumah kecantikan Huma Bawin Dayak, penurunan omset secata drastis selama pandemi, mengharuskan dirinya memutar otak.
Lagi-lagi, strategi pemasaran secara online dipilih untuk membangkitkan kembali omset penjualan yang sempat hilang selama pandemi.
Baca juga :Â Dewan Minta Sarpras Dispersip Palangka Raya Dibenahi
“Semua tentu terkena dampak dari pandemi ya. Tetapi di sini kita harus bisa survive dan konsisten terhadap usaha yang telah kita jalani. Untuk itu kita harus bisa terus kreatif dan berinovasi dalam melakukan strategi penjualan,” katanya.
Selain memasarkan produk melalui media sosial serta market place, dirinya juga menggandeng para influencer serta selebgram untuk dapat memasarkan produk hingga ke masyarakat secara luas.
Meskipun untuk menggandeng para influencer dan selebgram harus merogoh kocek yang dalam. Namun upaya tersebut terbalaskan dengan banyaknya masyarakat yang mengenal produk dirinya.
“Karena yang terpenting menurut saya itu brand awareness itu merupakan hal yang sangat penting. Dengan brand yang sudah dikenal masyarakat secara luas. Maka income akan datang,” pungkasnya.[Red]














Discussion about this post