kaltengtoday.com,Palangka Raya – Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah (BPS Kalteng), Eko Marsoro menyampaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalteng pada Maret 2022 naik sebesar 1,52 persen.
NTP Gabungan ini menurutnya yakni merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib) NTP
“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan,” katanya kepada awak media, Kamis (7/4).
Baca juga :BPS Kalteng : NTP Gabungan Kalteng Meningkat
Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
“Jika dibanding Februari 2022, yaitu dari 131,88 menjadi 133,89. Peningkatan ini didorong oleh naiknya nilai tukar di beberapa subsektor, yakni subsektor tanaman perkebunan rakyat (2,39 persen), subsektor hortikultura (1,79 persen) dan subsektor peternakan (0,02 persen),” terangnya.
Sementara itu, pihaknya membeberkan dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yakni subsektor perikanan (0,74 persen) dan subsektor tanaman pangan (0,71 persen).
Sedangkan pada Maret 2022 lalu telah terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalteng sebesar 0,65 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,78 persen) serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,76 persen).
Baca juga :Â BPS Kalteng Keluarkan Data TPK Hotel Berbintang
“Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalteng pada Maret 2022 sebesar 134,54 atau naik 1,73 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” tutupnya.[Red]














Discussion about this post