Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) terus pacu penyerapan hasil panen petani selama musim panen yang tengah berlangsung, sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau kering yang dapat mengganggu produksi pangan.
Pimpinan Wilayah Forum Bulog Kalteng, Erwin Budiana kepada awak media mengatakan bahwa, penyerapan gabah dan beras dilakukan sebanyak mungkin agar cadangan pangan tetap terjaga apabila terjadi gangguan produksi akibat faktor alam.
Baca Juga : Sinergi Pemprov Kalteng–BULOG Jaga Harga Pangan dan Ketersediaan Beras
“Karena saat ini musim panen, Bulog terus melakukan penyerapan sebanyak-banyaknya. Stok yang tersimpan di gudang nantinya menjadi cadangan ketika produksi terganggu akibat musim kemarau atau kondisi alam lainnya,” katanya, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, Selain memperkuat cadangan pangan, Bulog Kalteng turut memastikan ketersediaan stok tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program bantuan pangan pemerintah.
Erwin menyebutkan Bulog Kalteng kembali mendapat kepercayaan dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan periode Februari hingga Mei 2026. Penyaluran yang semula dijadwalkan Februari–Maret diperpanjang hingga Mei karena adanya kendala teknis di lapangan.
Jumlah penerima bantuan pangan di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 205 ribu orang. Bantuan yang disalurkan meliputi beras sebanyak 4.100 ton serta minyak goreng sekitar 800 ribu liter.
“Ketersediaan beras maupun minyak kita sudah sangat aman, tinggal disalurkan sesuai rencana distribusi yang telah disusun. Insyaallah penyaluran bantuan pangan selesai pada bulan Mei,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Bulog Kalteng menargetkan penyerapan beras sebanyak 15.800 ton. Hingga April 2026, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 5.100 ton atau sekitar 32 persen dari target.
Baca Juga : Kerja Sama Pemkab Katingan dan Bulog Kalteng Jaga Ketahanan Pangan
Lebih lanjut Bulog Kalteng juga mendapat kesempatan membangun sarana infrastruktur pascapanen guna memperkuat sistem penyimpanan pangan. Pembangunan direncanakan di tiga kabupaten, yakni Kapuas, Barito Timur, dan Pulang Pisau.
“Tujuannya agar ketika penyerapan gabah meningkat, kita sudah memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai sehingga cadangan pangan daerah tetap terjaga,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post