kaltengtoday.com – Perkebunan kelapa sawit yang memiliki pabrik diharapkan mewaspadai jika terjadi musim hujan.
Pasalnya, limbah yang dari pabrik tersebut diharapkan jangan sampai limbah pabrik meluap di mana-mana. Apalagi luapan limbah tersebut terjadi di dekat sungai apalagi masuk ke sungai yang memang menjadi sumber mata air bagi masyarakat sekitar.
Juliansyah, Anggota DPRD Kotim mengingatkan dan meminta pabrik kelapa sawit agar memperhatikan masalah ini. Jangan sampai disepelekan apalagi hal ini dianggap hal biasa.
“Ini akan berdampak sekali bagi kehidupan, terutama jika air limbah pabrik tesebut masuk ke sungai dan air sungai digunakan oleh warga.
“Ini tentunya akan berbahaya bagi kesehatan, ini menjadi perhatian bagi yang memiliki pabrik kelapa sawit tentunya,”jelasnya. (19/2).
Apalagi jika masuk musim penghujan, luapan air tentunya menjadi permasalah nantinya.
“Sebab, tidak jarang kolam yang menjadi tempat menyimpan limbah pabrik tersebut meluap karena air hujan yang masuk ke kolam limbah yang dibuat pihak perusahaan tersebut. Dan ini memang rawan dan sangat mengkhawatirkan tentunya,”ungkapnya.
Tegas Juliansyah lagi, berkaitan tentang masalah tersebut sudah ada UU yang mengaturnya, yakni UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Saya harap aturan ini bisa dilaksanakan oleh pihak perusahaan yang memang memiliki pabrik kelapa sawit nantinya khususyang yang berinvestasi di Kotim ini tanpa terkecuali. Sebab, aka nada dampak hukumnya bagi siapa saja yang melanggar aturan tersebut,”bebernya.
Menurut politisi Gerindra Kotim ini, aturan ini diharapkan menjadi acuan bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit.
“Saya harap pabrik kelapa sawit agar bisa bagaimana caranya limbah yang ada tersebut tidak meluap ke luar kolam pada saat masuk musim penghujan Ini tentunya harus menjadi perhatian,”pintanya.
NOOR/KT














Discussion about this post