Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Merebaknya buah-buahan seperti durian, papaken, manggis, langsat dan cempedak di pasaran, termasuk di Kabupaten Barito Timur, menjadikan berkah tersendiri bagi para pemilik kebun maupun pelaku usaha musiman. Sebab, transaksi penjualan yang gencar hampir setiap hari, menambah pendapatan mereka cukup drastic.
“Sayangnya, untuk durian, kita tidak ‘sebanjir’ tahun lalu. Hanya saja, selain tetap jadi berkah, durian kita masih berani bersaing di pasar luar Bartim. Rival beratnya hanya durian Kasongan saja. Tapi itu kalau dijual ke Palangka Raya dan sekitarnya,” tutur Madi, salah seorang penyalur panen buah-buahan saat berbincang santai tadi (Kamis, 22/1/2026)
Baca Juga : Dewan Minta Tunda Persetujuan Bersama Dua Buah Raperda
Walaupun di sepanjang rute Ampah – Tamiang Layang, banyak yang menjajakan buah, namun tetap saja tak surut pembeli dari segmen lokal. Apalagi durian-durian Bartim, meski tidak besar, memiliki tekstur dan rasa yang khas. Bahkan di antara para pembeli, ada yang berpacu dalam kekhawatiran, lantaran punya Riwayat penyakit. Entah darah tinggi maupun kolesterol.
“Ya, satu-satunya cara ya membatasi saja. Jangan terlalu banyak. Yang penting rasakanlah,” kata Ny Noornaeny, salah satu warga Kelurahan Tamiang Layang seraya tertawa. Konon, dalam seminggu dia bisa berbelanja buah-buahan sampai tiga kali.
Baca Juga : Warga Pulpis Tertangkap Mengantongi Narkoba Jenis Sebuah 2, 37 Gram
Fenomena ini menjadi sebuah penguatan ekonomi di tengah masyarakat, di saat ancaman resesi, inflasi atau hal-hal lainnya. Berkah bagi masyarakat agraris, yang merasakan sinar matahari khatulistiwa membantu proses fotosintesis pada produksi tanaman buah-buahan.
Dan Kalimantan, adalah salah satu pulau yang dikaruniai aneka ragam buah-buahan, dengan harga di pasaran, relatif lebih murah daripada di pulau lain. [Red]














Discussion about this post