Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Komitmen untuk turut serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari suku Dayak terus digaungkan Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN).
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum ICDN, Willy M Yoseph saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Pra Musyawarah Nasional (Munas) ke-II ICDN, yang turut mengangkat tema ‘Cendekiawan Dayak : Empowering the Generation No Dayak Lift Behind’, bertempat di Betang Willy Midel Yoseph, Palangka Raya, Sabtu (22/2/2025).
“Jadi IDCN pengurusan tahun 2025-2030 mendatang akan fokus pada persiapan SDM yang maju dan bersaing. Kemudian, tidak ada orang Dayak yang tertinggal,” kata Willy.
Baca Juga : Â Akhmad Husain : DPK Gerdayak Indonesia Berperan Penting Jaga Hak Masyarakat
Willy mengungkapkan setiap pengurus ICDN yang saat ini telah tersebar di 62 kabupaten/kota dari 5 provinsi dari seluruh penjuru pulau Kalimantan dan ditambang dengan 1 di DKI Jakarta memiliki hati dan tekad kuat dalam memperhatikan kemajuan SDM generasi Dayak masa depan.
“Tetapi untuk pengurus ICDN sendiri itu tidak perlu juga terlalu banyak, namun militan dan peduli, atau kalau bahasa Dayak Ngaju itu ‘Undasnya’,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa semua pengurus dan anggota ICDN se-Indonesia memiliki semangat yang tinggi membangun suku bangsa Dayak, sehingga dapat lebih sejajar dengan suku bangsa lainnya di Indonesia dan dunia Internasional pada umumnya.
“Saya dan seluruh pengurus serta anggota ICDN selalu menyebut suku bangsa Dayak, karena kalau secara suku, Dayak itu contohnya ada Dayak Ngaju, Bakumpai, dan Iban. Jadi, akhirnya kita menyebutnya selalu satu dengan suku bangsa Dayak,” ungkapnya.
Baca Juga :Â Willy-Habib Cabut Gugatan, KPU Kalteng Lanjutan Proses Penetapan Pemenang Pilgub
Sejak berdiri 19 Januari 2019 lalu, ICDN menurutnya di Kota Cantik Palangka Raya, pihaknya memiliki komitmen untuk menyiapkan wadah bagi para kaum intelektual Dayak menuangkan pemikiran-pemikiran yang berwawasan kebangsaan dan ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan saat ini hingga masa depan.
“Sebab, apa bila tidak ada tempatnya, bagaimana bisa kita merealisasinya atau memperjuangkannya. Dan, dengan adanya database-nya nanti, kita bisa memetakan kekuatan, sehingga ke depan terwujudnya Dayak maju, Dayak bangkit, dan Dayak Indonesia,” tuturnya.
Willy mengakui, terkait dengan kontribusi ICDN saat ini belum banyak di kenal banyak kalangan, namun ia yakin bahwa kerja-kerja dari lima tahun lalu organisasi tersebut akan berdampak di masa yang akan datang.”Dan, inilah yang membuat kita semangat membangun Indonesia dan daerah, serta membangun SDM suku bangsa Dayak itu sendiri,” terangnya.
Baca Juga : Â Perekonomian di Bartim Bisa Diharapkan Baik Jika Segala Lini Terberdayakan
Willy juga mengungkapkan, dalam Pra Munas tersebut pihaknya akan membahas berbagai hal-hal strategis keorganisasian, seperti perpanjangan SK menuju Munas pada Maret 2025 mendatang.
“Kepengurusan kita sebenarnya berakhir pada 20 September 2024 lalu, akan tetapi karena ada Pilkada, maka kita tunda terlebih dahulu. Jadi kita tidak mau agenda itu terganggu, karena yang tergabung di ICDN ini seluruhnya tidak hanya berasal dari satu partai saja, sehingga kita perlu tunda dulu,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post