kaltengtoday.com – Semakin meningkatnya Ekonomi masyarakat dan kepadatan penduduk Kota Sampit menjadi salah satu pemicu semakin melonjaknya sampah setiap hari. Dalam satu hari ada 80 sampai 100 ton sampah
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim Sanggul Lumban Gaol, beberapa waktu lalu.
Menurut Sanggul, dalam satu bulan diperkirakan mencapai 3000 ton. Oleh karena itu, penanganan sampah ini memang harus dilakukan serius dan masyarakat diharapkan bisa terlibat. Salah satunya adalah membuang sampah di depo sampah.
Setidaknya ada 7 depo sampah yang dibangun. “Meski jumlahnya masih kurang, setidaknya ada 15 depo sampah di Sampit ini tersebar. Namun, keterbatasan anggaran makanya pembangunan depo sampah ini dilakukan secara bertahap,”jelas Sanggul Lumban Gaol, belum lama ini.
Ditegaskan Sanggul, permasalahan sampah ini bukan hanya terjadi di Sampit saja. Akan tetapi di semua kota besar atau ekonominya meningkat pasti masalah sampah ini menjadi perhatian pemerintah daerah. “Kemungkinan pembangunan depo sampah sebanyak 15 buah akan bisa terlaksana pada 2024 mendatang. Sebab, pembangunan depo sampah itu menelan biaya yang tidak sedikit,”ujarnya.
Saat ini, depo sampah lokasinya berada di Jalan Pelita, MT Haryono, Jalan Tatar, KS Tubun, Jalan Tidar, Jalan Sempurna, Jalan Antang dan terbaru di Gang SMP 3. “Saya mengharapkan pada 2024 mendatang pembangunan depo sampah yang jumlahnya 15 buah ini bisa diselesaikan. Tentu jika itu bisa terwujud, maka diperkirakan sampah yang ada di jalan ataupun sampah yang dibuang sembarangan bisa tidak ada lagi,”pintanya.
Sekali lagi saya sampaikan dan menghimbau kepada masyarakat agar membuang sampah di depo sampah. Apalagi sudah ada depo sampah, truck sampah dan juga tossa sampah yang sudah disediakan. “Saya harap masyarakat bisa menjaga kebersihan di daerahnya masing-masing,”pungkasnya.
NOOR/KT














Discussion about this post