Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Pada perkembangan pendidikan era kini, siswa bukanlah lagi obyek pasif yang hanya mendengar ocehan guru di dalam kelas. Kurikulum Merdeka juga menuntut para pelajar untuk ikut aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Tentunya, dengan adanya tuntutan jaman yang berbeda ini, pola siswa dalam sekolah tidak sama lagi. Mereka, kini juga ditempatkan sebagai bagian dari proses KBM. Para pelajar, mempunyai hak untuk bergerak. Lebih mengekspresikan karya-karya studi mereka.
Baca Juga : Â Berani Investasi di Sektor Pendidikan Untuk Peningkatan Kualitas SDM
Seperti yang dicontohkan para siswa SMKN 1 Paku, Kecamatan Paku, di mana mereka selalu dipicu oleh guru pembimbing mereka untuk berani tampil berinovasi.
Adalah Budi Santosa SPd MPd, yang dikenal rajin dalam membimbing para siswanya. Guru yang pernah menerima penghargaan dari pusat itu, bahkan tak jarang memberikan waktu secara total dalam memberikan bimbingan.
Salah satu karya yang dirilis Budi dan kemudian dipraktekkan oleh para murid, adalah alat penjernih air sumur dan pupuk eco enzym. Para siswa yang dibimbing, diharuskan untuk berani mempresentasikan alat tersebut.
Baca Juga :Â Â DPRD Seruyan Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di Dapil III
“Pak Budi memang selalu menjadi motivator,sekaligus motor bagi para siswa. Dari mereka yang semula pasif,.menjadi aktif, ya berkat sentuhan Pak Budi,” komentar Khaeril, salah seorang pengajar berstatus PPPK di Kecamatan Dusun Tengah, tadi (Rabu, 18/12/2024).
Khaeril mengungkapkan, sulit mencari guru yang menurutnya all out seperti Budi Santosa. Dan dalam pandangannya, guru SMK memang seharusnya dapat menggelitik semangat para siswa agar mengasah skillnya, dalam penguasaan teknologi. Sebab sejatinya, lulusan SMK memang dipersiapkan sebagai tenaga kerja. [Red]














Discussion about this post