Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Tidak seperti tahun 2024 yang didominasi hujan, tahun ini sepertinya bakal bersiklus seperti biasanya. Selain sudah beberapa hari tak turun hujan di sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Timur, kenaikan temperatur pun terasa cukup drastis.
Baca Juga :Â Â Ketika Sumber-sumber Air Bersih Dibutuhkan di Saat Kemarau
Di beberapa desa yang tidak teraliri PDAM, musim kemarau berarti adalah persoalan bagaimana memenuhi kebutuhan air, khususnya air bersih untuk minum, memasak dan sebagainya.
Jika sumber mata air bersih yang dipergunakan warga mulai surut dan keruh, tentunya harus berhitung dengan ketersediaan anggaran, karena harus membeli air bersih.
“Tahun kemarin, ada bantuan air bersih dari Pemkab Bartim, Polres Bartim dan lain-lain. Entah tahun ini. Tapi kita kan tidak bisa berharap bantuan selamanya. Bisa jadi tidak ada, atau bergilir ke desa lain. Jadi, kita harus memikirkan pengantisipasian kekurangan air bersih,” ucap Andri, salah seorang warga Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima tadi (Selasa, 6/5/2025).
Baca Juga :Â Debit Air Mulai Berkurang Jelang Kemarau, Masyarakat Diimbau Waspada Kebakaran dan Penyakit
Sementara, untuk pemasangan jaringan PDAM di beberapa desa, sampai saat ini belum juga terealisasi. Seperti di Desa Rodok, Kecamatan Dusun Tengah, yang sudah bertahun-tahun pipanya terbengkalai.
“Meterannya sampai berkarat,.dan pipa melengkungnya patah. Moga-moga PDAM menginformasikan kapan kelanjutan program ini. Mosok sih kita sampai bayar tak ada kunjung ada realisasinya,” tutur Wawan, warga setempat.  [Red]














Discussion about this post