Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Sebenarnya, banyak yang sudah mengenal ikan gurami atau gurami di Kabupaten Barito Timur. Orang kebanyakan menyebutnya sebagai “ikan kaloi”. Namun, saat ditanya oleh Kaltengtoday.com, kenapa jarang mau membudidaya, jawabannya rata-rata adalah karena perkembangan ikan ini dirasa terlalu lambat.
“Bisa sampai enam bulan lebih, Bang. Kalau kolam saya diisi ikan kaloi semua, mati kita nunggu kelamaan,” celetuk M Marsidi, seorang pembudidaya ikan amatir dari Kecamatan Dusun Tengah, tadi (Senin, 9/3/2025). Dan itu adalah jawaban yang mewakili mungkin belasan orang yang ditanya kenapa tidak menjadikan kaloi alias gurami sebagai komoditas utama dalam kolam mereka.
Baca Juga : Warga Apresiasi Sejumlah Perbaikan Infrastruktur di Bartim
Padahal, waktu berbincang-bincang beberapa waktu lalu dengan para staf di Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, budi daya ikan gurami, sebetulnya berpotensi dikembangkan. Apalagi, Pemkab Bartim mendukung dalam tindak aktif restocking, seperti di Bendungan atau Dam Karau, Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah.
“Budidaya ini prospektif untuk pembesaran konsumsi, memanfaatkan kolam tanah maupun semen, dan menuntut ketelatenan dalam pakan dan pengelolaan air. Bibitnya harus bibit unggul, misalnya jenis gurame soang yang pertumbuhannya lebih cepat, dengan pendederan di kolam semen/terpal selama sekitar 1,5 bulan hingga ukuran jarian (dua hingga tiga jari). Budidayanya bisa dilakukan di kolam tanah (ukuran besar) atau pekarangan rumah (skala kecil 2×5 meter). Supaya hasilnya maksimal, kualitas air harus terjaga dan terhindar dari penyakit jamur,” kata Andre SPi, seorang petugas pembibitan asal Bartim, yang bekerja di luar kabupaten.
Baca Juga : PWI Kalteng dan IKWI Bagikan 400 Paket Takjil
Menurutnya, dalam memberi makan, sangat dianjurkan menggunakan pakan pabrikan (pelet) secara rutin pagi dan sore. Itu Pun, harus sering pula diselingi dengan pakan alami atau nabati. Ia juga membenarkan kalau membudidaya gurami perlu waktu lama.
“Ya, proses pembesarannya bisa Sembilan bahkan dua belas bulan alias setahun. Itu nanti beratnya sekitar 0,5 – 1,2 kilogram lah,” imbuhnya. [Red]














Discussion about this post