kaltengtoday.com – Saat ini penumpukan tanah dan jugua sampah yang terjadi di selokan atau drainase sangat berpengaruh jika musim hujan terjadi.
Pasalnya, jika musim hujan maka akan dangkal air yang mengalir dan imbasnya akan terjadi genangan. Bahkan tidak sedikit rumah warga yang mengalami genangan air akibat dangkalnya drainase akibat penyumbatan.
Wakil Ketua Komisi IV H Ary Dewar mengatakan hal ini memang menjadi permasalahan.
“Saya juga meminta kepada dinas terkait agar bisa lebih aktif dan giat lagi dalam permasalahan pendangkalan aliran air terutama sekali yang berada di selokan atau drainase sekitar warga yang menjadi penyebab banjir. Jelasnya. (16/2).
Dirinya juga menyoroti keterlibatan masyarakat yang memang saat ini belum sadar akan kondisi lingkungannya.
“Saya harap dinas terkait agar menggiatkan pengerokona drainase yang kondisinya dangkal dan memang banyak sampah yang menyebabkan saluran air tersebut menjadi tidak bisa berfungsi dengan sebagaimana mestinya,”ungkapnya.
Kata dia lagi, bahwa saluran air terutama sekali yang berada di permukiman padat penduduk sangat mengkhawatirkan jika masuk musim hujan.
“Pasti terjadi yang namanya genangan air dan rumah-rumah warga banyak kemasukan air. Misalnya saja di Jalan Cristopel Mihing yang rumah warga banyak banjir jika masuk musim penghujan tiba,”ucapnya.
Jangan hanya sekedar tanahnya diambil dari drainase saja, harus ada anggaran yang memadai jika ingin melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Dari Kecamatan Baamang terlebih dahulu yang memang kondisi tanahnya saat ini rendah dan menjadi langganan banjir jika masuk musim penghujan. Saya harap hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar bisa mengalokasikan anggaran,pungkasnya.
NOOR/KT














Discussion about this post