Kaltengtoday.com, Sampit – Ketegangan terjadi di depan pos satuan pengamanan PT Agro Indomas di Desa Sebabi, Selasa (25/8/2026) menjelang siang. Puluhan warga yang dikomandoi Sarnudin J. mendatangi lokasi dan meminta sekuriti perusahaan meninggalkan area yang mereka klaim sebagai bagian dari lahan sengketa.
Desakan tersebut mendapat penolakan dari pihak keamanan. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara massa dan sekuriti di depan pos penjagaan.
Baca Juga : Empat Kali Sidang Tanpa PT BAP, Marwah Hukum Adat Dayak Kalteng Ditangan Majelis Basara Hai
Setelah situasi mulai mereda, kuasa hukum Sarnudin, Sapriyadi, meminta pihak keamanan kembali meninggalkan lokasi.
“Saya minta baik-baik. Secara tertulis sudah, dan sekarang secara lisan saya sampaikan. Silakan sekuriti keluar,” kata Sapriyadi.
Kepala Keamanan PT Agro Indomas di lokasi, Budi, menolak permintaan tersebut. Ia mengatakan pihak keamanan menjalankan tugas untuk menjaga kondisi di areal perusahaan.
Budi juga membantah tudingan bahwa pihak keamanan pernah merusak spanduk maupun portal yang dipasang warga. Menurutnya, pihak perusahaan bahkan menghentikan kegiatan panen ketika mendapat larangan.
“Itu sepihak. Tidak bisa, Pak. Kami menjalankan fungsi sesuai tugas keamanan untuk menjaga situasi dan kondisi di sini,” ujarnya.
Perdebatan kemudian melebar ketika Sarnudin menyinggung kedatangan Budi ke rumahnya pada malam sebelum aksi berlangsung.
Sarnudin menyebut Budi sempat menawarkan makan dan minum di sebuah kafe serta mengajak anak dan cucunya. Ia menilai tawaran tersebut sebagai upaya agar aksi warga tidak dilakukan.
Baca Juga : Menang PK di Mahkamah Agung, Rudi Hartono Masih Tertahan di Lapas, Kuasa Hukum Desak Eksekusi Putusan
“Saya tidak bisa disogok-sogok,” tegas Sarnudin.
Budi membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan kedatangannya merupakan upaya pribadi untuk membuka komunikasi dengan Sarnudin agar tidak terjadi benturan di lapangan.














Discussion about this post