Kaltengtoday.com, Lifestyle – Istilah manifestasi dan afirmasi belakangan semakin populer, terutama di media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube. Banyak orang membagikan pengalaman tentang bagaimana mereka mencoba menarik hal-hal positif dalam hidup melalui pikiran, keyakinan, dan ucapan positif setiap hari.
Manifestasi sendiri sering diartikan sebagai proses mewujudkan keinginan atau tujuan melalui pola pikir, keyakinan, emosi, dan tindakan yang selaras. Sementara afirmasi merupakan kalimat positif yang diucapkan berulang untuk membangun keyakinan diri dan memperkuat pikiran positif.
Konsep ini banyak dikaitkan dengan law of attraction atau hukum tarik-menarik, yakni keyakinan bahwa energi positif dapat menarik pengalaman positif dalam kehidupan seseorang.
Baca Juga : Mengenal “Bed Rotting”, Gaya Healing Kekinian ala Gen Z
Menurut artikel dari Magister Agribisnis Universitas Medan Area, manifestasi merupakan bentuk ekspresi nyata dari pemikiran, ide, atau keyakinan seseorang. Manifestasi tidak hanya berkaitan dengan hal material, tetapi juga proses menciptakan realitas melalui kepercayaan dan tindakan. (Magister Agribisnis UMA)
Apa Itu Manifestasi?
Manifestasi berasal dari kata Latin manifestus yang berarti nyata atau terlihat jelas. Dalam konteks pengembangan diri dan spiritualitas, manifestasi merujuk pada upaya seseorang untuk fokus pada tujuan hidup yang ingin dicapai.
Praktik manifestasi biasanya dilakukan dengan berbagai cara seperti visualisasi, meditasi, menulis tujuan hidup (scripting), hingga afirmasi positif.
Meski terdengar spiritual, sebagian orang menganggap manifestasi sebenarnya lebih dekat dengan teknik membangun pola pikir optimistis dan meningkatkan fokus terhadap tujuan.
Sejumlah ahli juga menilai manifestasi dapat membantu meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri ketika dibarengi tindakan nyata. (Allure)














Discussion about this post