Kalteng Today – Palangka Raya, – Pada 9 Desember 2020 yang lalu diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia). Terkait hal tersebut, hari anti korupsi sedunia setidaknya menjadi momentum yang tepat bagi semua pihak, khususnya para ASN di lingkungan pemerintah kota untuk memahami akan bahaya dari tindakan korupsi.
“Terutama membangun kesadaran dalam budaya antikorupsi,” ungkap Ketua DPRD Palangka Raya, Sigit K Yunianto, (11/12).
Harus disadari sambung Sigit, korupsi merupakan fenomena sosial, politik, dan ekonomi kompleks yang mempengaruhi semua wilayah, yang tak hanya terjadi di Indonesia saja.
Di sisi lain, korupsi bisa menjadi penghambat pembangunan ekonomi dan membuat pemerintahan tidak stabil. Dengan adanya peringatan hari anti korupsi ini, maka semua pihak terutama aparatur di pemerintahan daerah, harus bisa belajar untuk merubah pola pikir dalam menjalankan tugas dan meningkatkan integritas
“Integritas berupa keterbukaan, kejujuran dan dilandasi dengan kerja yang ikhlas.Bila ini bisa dilakukan maka saya yakin kita bisa mencegah korupsi,” ucap Sigit.
Selain kepada aparatur pemerintahan, Sigit juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang berasal dari latar belakang yang berbeda, untuk bahu-membahu memberantas tindak korupsi, kolusi dan nepotisme.
“Lembaga DPRD akan terus mengawal pemerintahan dan tentu bersama seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan tatanan pemerintah yang bersih jauh dari hal-hal yang melanggar hukum,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post