Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Para mahasiswa dari Universitas Palangka Raya (UPR) yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN), terlihat aktif dalam berbagai kegiatan di desa tempat mereka ditempatkan. Dari mulai kerja bakti, ikut acara 17 Agustus-an, hingga melakukan berbagai terobosan atau inovasi, yang memberikan sentuhan pada desa.
Salah satunya, adalah papan peringatan tentang bahaya efek sampah tidak terurai, yang dibuat cukup kreatif, di Desa Rodok, Kecamatan Dusun Tengah. Papan tersebut tak hanya berisikan tulisan, namun juga ditempeli contoh-contoh sampah yang sulit diurai bumi, dalam beberapa klasifikasi. Dan itu menjadikan papan informasi sebagai media karya seni rupa 3 Dimensi.
Baca Juga : PUPR Palangka Raya Prioritaskan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Drainase
“Ya kami berusaha memberikan kontribusi, sepanjang yang kami bisa di desa. Setidaknya, ada karya kenang-kenangan dari kami yang nanti bisa diingat dan bermanfaat,” ujar mereka saat ditemui sedang membersihkan Masjid Nurul Khair Desa Rodok, tadi sore (Kamis, 21/8/2025).
Para mahasiswa ini, mengaku hanya satu kampus tapi berbeda fakultas. Tiap regu berisikan gabungan mahasiswa berbagai fakultas. Selain menjadikan mereka jadi mengenal satu sama lain, juga akan membuat mereka belajar tentang arti kebersamaan dalam team working.
Di beberapa desa yang dilewati setiap perjalanan liputan ke Tamiang Layang, seringkali terlihat para mahasiswa KKN melakukan berbagai kegiatan. Ada yang membersihkan lingkungan, bersosialisasi dengan warga, dan hal-hal positif lainnya. Sehingga dengan demikian, KKN tidak berkesan menjadi program rutin akademik saja. Melainkan juga media pengajaran di mana mahasiswa dapat mendarmabaktikan diri pada masyarakat.
Baca Juga : PUPR Palangka Raya Targetkan Pengerjaan Infrastruktur Selesai Lebih Cepat
“Karena ketika mereka selesai kuliah nanti, akan kembali terjun ke masyarakat. Dengan KKN, mereka sudah tidak akan terkejut andaikata kemudian bekerja di desa yang tak dikenal sebelumnya. Bisa bersosialisasi dengan masyarakat, menjadi kunci utama. Dan itu didapat dari KKN seperti ini,” komentar Yoyok, mantan mahasiswa sebuah PTS di Jawa Tengah, yang dulu mengaku pernah KKN di desa terpencil sulit air.
Pria yang kini sudah menjadi warga Desa Rodok itu menilai, untuk tahun ini, para mahasiswa KKN lebih komunikatif dibanding tahun-tahun sebelumnya. [Red]














Discussion about this post