Kaltengtoday.com,Entertainment – Dekade 1970-an, sejumlah aktor asal Indonesia direkrut dan menandatangani kontrak untuk menjadi bintang film Hongkong (kiblat film Asia waktu itu, lantaran segala sesuatu tentang Cina Tiongkok ditutup oleh Pemerintah Orde Baru). Sebut saja seperti Lo Lieh dan Willy Dozan alias Chuang Chen Lie. Mereka sukses membintangi sejumlah film, bahkan Lo yang asli Pematang Siantar, Sumatera itu pernah juga dijajal di industry film AS seperti King Boxer (1972) dan The Stranger and The Gunfughter (1974).
Baca Juga : Wajib Tonton! 7 Film tentang Revolusi Paling Ikonik dengan Rating Tertinggi
Meski ada juga yang batal, seperti George Rudy, atau hanya bisa sampai Taiwan seperti Andri Wongso, tapi banyak aktor Indonesia yang kemudian dipasangkan dengan para bintang Hongkong. Duet George Rudy bersama Chi Kuan Chin dalam Pukulan Bangau Putih, Deddy Sutomo dan Shang Kuan Ling Fung pada Panji Tengkorak, dan masih banyak lagi film hasil joint venture Indonesia-Hongkong. Bahkan di era 1990an, sempat Reynaldi Ishak berpasangan bersama aktris hot Diana Pheng Tan serta Francoise Yip dalam film Kekuasaan Se**al.
Sejak tahun 2000 ke atas, tak pernah ada kabar lagi tentang keterlibatan bersama aktor Indonesia dan Hongkong, ataupun orang Indonesia yang main film di sana. Publik teralihkan oleh ‘migrasi aksi silat’ Iko Uwais, Joe Taslim, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman ke Hollywood.
Tapi tahun 2025 ini, Joe Taslim seperti mengembalikan kekosongan panjang tersebut. Seperti yang ia katakana sendiri pada beberapa situs berita, bermain dalam film produksi Hongkong (yang kali ini sudah menjadi bagian Cina Tiongkok), merupakan impian lamanya. The Furious menjadi proyek mega yang tak hanya membawa impian Joe ke universe nyata. Tapi juga diharapkan menjadi pemicu untuk mengulang ‘romantisme’ produksi antara Indonesia – Hongkong (sekali lagi; sekarang bagian dari Cina Tiongkok). Baik secara individu ataupun institusi produksi.
Baca Juga : Film Animasi Garuda di Dadaku Rilis First Look, Siap Tayang 2026
The Furious sendiri, menggabungkan beberapa nama yang jadi jaminan dalam film action. Sang sutradara. Kenji Tanigaki. adalah orang yang sukses menggarap empat film Rurouni Kenshin. Dari Jepang, ia menangani Joe untuk digabungkan dengan Shieh Miao (atau yang sekarang lebih dikenal dengan lafal Kanton : Miu Tse), Bryan Le dan Yayan Runian.
Partber main Joe Taslim sendiri, yaitu Shieh Miao, saat ini merupakan aktor action Cina yang laris manis. Debutnya dimulai dalam film My Father Is A Hero (1997, di Indonesia beredar dengan judul Appointment With Death) berperan sebagai anak Jet Li. Dan pada film A New Legend of Shaolin (di Indonesia beredar dengan judul Shaolin Master, diedarkan di tahun 1994), di mana keduanya kembali dipasangkan sebagai ayah dan anak. [Red]














Discussion about this post