Kalteng Today – Sampit, – Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini menilai tidak menutup kemungkinan banyak administrasi kependudukan yang beredar di Kabupaten Kotim palsu. Hal itu menyusul setelah terbongkarnya sindikat pemalsuan terhadap dokumen administrasi kependudukan oleh tiga orang tersangka yang salah satunya melibatkan oknum ASN.
“Saya khawatir saat ini justru di tengah masyarakat kita mungkin telah banyak beredar KTP ataupun KK palsu yang mana diproduksi dari sindikat yang ditangkap aparat kepolisian belum lama ini,” kata Khozaini, Jum’at (28/8/2020) di Sampit.
Legislator Hanura itu menilai jika memang benar demikian maka masyarakat Kotawaringin Timur justru akan dirugikan selain admintrasi kependudukannya tidak terdaftar di disdukcapil namun juga saat ingin menggunakan hak pilih dalam pemilu akan mendapat kesulitan.
Ia menyebutkan hal itu terjadi lantaran banyak masyarakat tidak mau mengurus langsung ke Kantor Dukcapil Kotim. Akhirnya menggunakan jasa calo ataupun oknum tertentu.
“Karena itu kami berharap ini bisa menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah agar supaya bisa mengupayakan bisa mempermudah dan menyederhanakan lagi semua syarat untuk mengurus administrasi kependudukan itu, sehingga masyarakat juga tidak kesulitan,” jelasnya.
Baca Juga: DPRD Kotim Kawal Insiden Kapal BBM Pertamina Seruduk Lanting dan Kelotok
Ia menambahkan juga tidak sedikit masyarakat Kotim mengeluh akibat rumitnya pengurusan administrasi kependudukan, terlebih lagi untuk masyarakat yang jauh dari perkotaan yang dimana untuk mengurusnya saja harus turun ke kota dengan memakan biaya dan waktu yang panjang.
“Sebab itu sistem jemput bola atau pelayanan yang pernah dilakukan oleh Disdukcapil Kotim dinilai sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang ada di pelosok. Upaya semacam itu harus terus dilakukan agar semua masyarakat terdaftar di pencatatan sipil,” Demikian Khozaini. [Red]














Discussion about this post