Kalteng Today – Pulang Pisau, – Wakil Ketua I DPRD Pulang Pisau, H. Ahmad Fadli Rahman prihatin dengan maraknya video asusila yang tengah beredar di kalangan masyarakat dan menyeret nama beberapa artis tanah air.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Pulang Pisau ini, mengatakan dirinya begitu prihatin atas tuduhan pornoaksi berupa tindakan-tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh beberapa artis-artis ibu kota tersebut, sehingga dapat menimbulkan penilaian-penilaian negatif dari publik terutama masyarakat yang minim informasi.
“Negara kita ini masih sarat dengan video-video fenomenal , yang kita tahu belum tentu kebenarannya, apakah fakta atau hanya kebetulan mirip, yang diberitakan oleh kabar yang beredar baik itu melalui surat kabar online, acara televisi maupun penyebaran cerita melalui media sosial atau jejaring sosial,” ungkapnya, Selasa (10/11/2020) pagi, kepada Kalteng Today.
Dirinya meminta agar masyarakat jangan mudah atau sembarangan mengkonsumsi berita yang belum ada keterangan valid mengenai kebenarannya, apalagi sampai ikut-ikutan membagikan video-video asusila tersebut.
“Karena, sudah ada aturan perundangan-undangannya kan, seperti ancaman hukuman dari UU Pornografi dan UU ITE yang dapat menjerat kita kapan saja, apabila kita tidak menyaring berita-berita yang masih simpang siur itu,” lanjutnya.
Ditegaskannya juga, arti pentingnya kalimat saring sebelum sharing, bukan semata-mata untuk imbauan saja namun merupakan arahan dan petunjuk pedoman kepada kita semua agar lebih berhati-hati mulai dari membaca informasi, mencerna informasi, sampai membagikan informasi.
“Memang benar, bahwa negara kita adalah negara demokrasi, namun perlu diingat dan diketahui juga, demokrasi yang kebablasan akan menciderai demokrasi itu sendiri, karena kita adalah masyarakat yang majemuk dengan berbagai macam karakter suku, adat dan budaya,” tandasnya.
Baca Juga :Â Keluarga Pelaku Kasus Asusila di Palangka Raya Berikan Klarifikasi
Menurutnya, kemajuan teknologi informasi yang tidak diimbangi dengan pemahaman dan persiapan seperti penambahan wawasan tentang pengertian-pengertian agar lebih bijaksana dalam menggunakan segala macam perangkat-perangkat mumpuni di zaman sekarang, maka dapat berdampak yang tidak baik bagi kesehatan mental.
Setelah itu, dirinya juga mengimbau kepada seluruh orang tua di Bumi Handep Hapakat khususnya, untuk lebih mengawasi anak-anaknya apalagi yang dibawah umur dalam menggunakan segala macam perangkat digital, agar terjauhkan dari macam pengaruh buruk arusnya perkembangan informasi-informasi dari beberapa orang yang tidak bertanggung jawab.
“Jangan sampai juga, generasi-generasi penerus kita dan orang-orang yang belum cukup dewasa atau dibawah umur terkena dampak negatif dari pengaruh-pengaruh budaya asing seperti penyebaran video asusila, situs-situs dewasa yang dapat diakses melalui internet (teknologi informasi siber yang disalahgunakan), menurunkan kualitas SDM kita dan meningkatkan angka kriminalitas seperti pelecehan seksual yang kerap terjadi,” pungkasnya. [Denny-KT]














Discussion about this post