Kalteng Today – Pulang Pisau, – Kian maraknya aksi kriminalitas, salah satunya pencurian tanaman hias, seperti Monstera, Bambu Hoki, Aglaonema, Gelombang Cinta, Red Sumatera dan lainnya, selama masa Pandemi ini menjadi suatu kekhawatiran khusus bagi sejumlah warga yang memiliki hobby mengoleksi tanaman hias tersebut.
Pasalnya bagi warga yang rumahnya dipasangi CCTV sekali pun, masih saja ada orang yang nekat untuk mencuri tanaman-tanaman itu, seperti yang terjadi dibeberapa wilayah Indonesia yakni Kota Medan, Sumatera Utara dan Pulau Jawa.
Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Arianson kepada Kalteng Today mengatakan, mengapa tanaman hias menjadi tren selama masa pandemi ini sampai-sampai juga menjadi sasaran para pelaku tindak kejahatan dikarenakan harganya yang fantastis dan secara mendadak melambung tinggi semenjak keluarnya regulasi Work From Home selama Wabah Covid-19 terjadi.
“Sebenarnya sudah sejak lama tanaman hias begitu popular, namun karena era media sosial sekarang, para pecinta tanaman hias mulai mempromosikan tanamannya itu hingga menjadi trending, seperti yang terjadi di Kota Pulang Pisau sekarang banyak masyarakat yang mulai ikut-ikutan untuk memulai bisnis tanaman hias itu,” ucap Legislator Golkar Pulpis ini, Minggu (24/01/2021).
Memang untuk masyarakat yang berpenghasilan tinggi, lanjutnya bisnis tanaman hias biasa-biasa saja, namun untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah kan agak sulit juga ikut serta dalam jual beli tanaman hias.
“Nah apalagi kepada para pelaku tindak kejahatan, bagi mereka tanaman itu merupakan peluang besar untuk menghasilkan uang secara instan,” bebernya.
Dirinya meminta kepada seluruh masyarakat di Pulang Pisau agar menjalin komunikasi interaktif dengan tetangga dan lingkungan sekitar, supaya keamanan dan pantauan interen dapat terjalin dengan kuat terutama saling melindungi satu sama lainnya dari tindak tanduk pencurian tanaman hias.
“Tepatnya di Kota Pulang Pisau banyak kita lihat perumahan warga pinggir jalan Tingang Menteng, Panunjung Tarung, Darung Bawan, Kelurahan Pulang Pisau yang tidak memiliki pagar. Tanaman-tanaman mereka itu berjejer saja menghiasi halaman depan rumah,” katanya.
Baca Juga : Ketua DPRD Pulpis Apresiasi Bantuan Pemkab Untuk Korban Banjir di Kalsel
Dirinya berharap, agar masyarakat di Pulang Pisau khususnya tidak menyepelekan dan mewaspadai segala kemungkinan terkait pencurian tanaman hias itu, yang bisa kapan saja terjadi kepada kita tanpa pandang bulu dan status sosial.
“Akibat kesulitan kesulitan ekonomi dampak dari Corona menjadi suatu penyebab orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan untuk melakukan tindak kriminalitas dengan berbagai macam cara, itulah mengapa angka tindakan pencurian semakin meninggi seperti yang kita saksikan pada media pertelevisian di seluruh wilayah Indonesia,” tandasnya. [DENNY-KT]














Discussion about this post