Kalteng Today – Sampit, – Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), H Rudianur menyarankan, kedepan pemerintah kabupaten tidak lagi memprogramkan kegiatan proyek tahun jamak (multiyears).
Pasalnya, kata dia, hampir 10 tahun terakhir ini pembangunan sudah banyak diprogramkan melalui sistem tahun jamak.
“Kami akui bahwa proyek multiyears ini kalau dilihat memang membuat stagnan pembangunan karena anggaran banyak diarahkan untuk program tersebut,” katanya, Minggu 17 Januari 2021.
Dia melanjutkan, setiap tahun anggaran daerah dibebankan membayarnya. Padahal sebenarnya sistem tahun jamak ini dipergunakan untuk menyiasati kegiatan besar, namun pemerintah kabupaten tidak memiliki anggaran yang cukup.
Di satu sisi, program itu memiliki urgensi sangat mendesak. Maka, formulasinya adalah melalui pembiayaan tahun jamak.
Tapi sebaliknya kalau programnya tidak mendesak saya kira tidak perlu lagi kita laksanakan secara jamak, cukup regular saja. Lain halnya seperti jembatan besar yang progress pelaksanaanya perlu bertahun-tahun itu memang harus multiyears. Tapi kalau kegiatan lain saya kira akan lebih cermat dan efektif kita arahkan ke reguler saja,” tandasnya.
Di lain sisi juga, tambah Rudianur, semenjak program tahun jamak ini dilaksanakan, kontraktor lokal pun merintih. Bahkan ada yang tidak bisa membayar pajak perusahaan karena tidak ada pekerjaan yang dikerjakan mereka di setiap tahun anggarannya. [Red]














Discussion about this post