kaltengtoday.com – Palangka Raya – Menanggapi banyaknya informasi yang simpang siur di media sosial terkait masalah Virus Corona, Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Beta Syailendra meminta kepada Pemerintah atau pihak terkait yang menangani tidak menutup informasi tersebut.
“Saya berharap pemerintah maupun tim gugus tugas penanganan Covid-19 di Palangka Raya serta instansi terkait lainnya, jangan tertutup dalam memberikan informasi ke masyarakat dan para wartawan,” kata Beta Syailendra, Jumat. (27/3/2020).
Selain itu juga, setiap instansi yang bertanggung jawab dalam penanganan virus tersebut, jangan sampai saling lempar kebijakan ketika dimintai data atau informasi mengenai penanganan pasien Covid-19 yang sekarang ini sudah ada lima warga Kota Palangka Raya yang positif terkena virus yang dapat membahayakan nyawa manusia tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya itu juga mengimbau kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, apabila ada berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya terkait virus Corona, jangan langsung disebarluaskan berita tersebut.
Karena dengan adanya informasi yang belum valid dari tim gugus tugas penanganan Covid-19, maka jangan disebarluaskan melalui pesan berantai seperti di WhatsApp serta media sosial lainnya.
“Ini akan membuat ketakutan hingga keresahan warga karena belum pasti kebenarannya. Kalau ada pernyataan dari tim gugus tugas yang memberikan informasi yang jelas, barulah disebarkan sesuai faktanya di lapangan,” ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengajak masyarakat agar selalu bijak dalam mengolah informasi di media sosial. Jangan pernah menebar kabar-kabar bohong, sehingga membuat daerah semakin mencekam di tengah merebaknya Covid-19 yang melanda di wilayah kita.
“Saya tegaskan sekali lagi, jangan sampai ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab dalam membuat opini di media sosial tentang pandemi virus Corona yang saat ini melanda daerah kita, karena sangat meresahkan warga yang berada di zona merah ini,” tandasnya. [Red]














Discussion about this post