Kalteng Today – Sampit, – Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini terus mendorong agar penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat melaksanakan tugas dengan baik, hal ini untuk menciptakan kepercayaan publik agar pelaksanaan pilkada bisa berjalan dengan sukses mengingat kepercayaan kepada penyelenggara pemilu adalah sebuah keharusan.
“Sekarang ini bagaimana KPU maupun Bawaslu bisa menyakinkan publik bahwa mereka bisa menjadi penyelenggara yang baik dan sukses dalam pilkada nanti, saat ini publik tentunya akan menjadi pengawas bagi kinerja penyelenggara. Maka dari itu jangan sampai masyarakat beranggapan miring terhadap mereka,” ujarnya saat dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (10/9/2020).
Menurut Khozaini setiap pelaksanaan pilkada pasti ada isu dan tudingan miring kepada penyelenggara. Salah satu formulasi agar penyelenggara dipercaya adalah ketegasan kepada setiap kontestan calon Bupati dan Wakil Bupati serta tim manapun ketika itu dianggap melanggar aturan.
“Bawaslu lebih banyak melakukan publikasi apa saja yang menjadi kegiatan mereka selama pilkada ini supaya Bawaslu tidak dianggap diam dan pasif, karena selama ini publik banyak bertanya apa yang sudah dilakukan Bawaslu kepada pihak-pihak yang dianggap melanggar,” ucapnya.
Politisi Partai Hanura ini mengatakan hal semacam itu harus disampaikan prosesnya kepada publik jangan diam saja, karena kalau diam pasti dianggap tidak bekerja dan tidak melaksanakan tugas, Begitu juga bagi mereka yang selalu menggunakan isu politik identitas untuk menyerang lawan politik. Hendaknya menjadi perhatian dari Bawaslu Kotim karena mereka merupakan salah satu kunci suksesnya pelaksanaan pilkada.
“Kinerja Bawaslu selalu menjadi sorotan publik, karena publik menunggu kebijakan dan kinerja mereka dalam mengawal semua proses tahapan Pilkada tahun ini, maka dari itu kami meminta Bawaslu meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga mereka,”ujar Khozaini.
Baca Juga: Sekretariat DPRD Pulang Pisau Terima Kunker Dewan Batola
Dirinya juga mengatakan kinerja Bawaslu yang dihasilkan tidak ada artinya tanpa diiringi kepercayaan publik. Jadi kepercayaan publik ini menjadi keniscayaan bagi Bawaslu. Publik harus mengetahui apa saja yang Bawaslu lakukan, Prasangka buruk publik atas Bawaslu salah satunya adalah kurangnya informasi mengenai tugas dan kinerja yang dilakukan oleh pengawas Pemilu.
“Oleh karena itu Bawaslu harus melakukan komunikasi yang baik dengan publik sebagai bentuk keterbukaan, dan Kami berharap apa yang dilakukan Bawaslu harus dipublikasikan sehingga publik tau kinerja mereka,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post