Kalteng Today – Sampit, – Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini menyebutkan sejauh ini masih sedikit desa di Kotim yang kreatif.
Pasalnya dari 168 desa di Kotim hampir sebagian besar belum mampu mengelola kegiatan yang mampu menghasilkan pendapatan bagi desa.
“Sejauh ini desa saya lihat untuk pembuangan masih mengandalkan alokasi dana desa dan dana desa,” katanya, Senin (28/9/2020) di Sampit.
Padahal banyak sektor yang seharusnya bisa digarap agar desa bisa mandiri dalam hal mencari uang untuk mendukung pembangunan di desa mereka.
“Sayangnya jika ADD dan DD itu fokus dan habis untuk proyek-proyek fisik saja dan tidak pernah dipikirkan untuk membangun sektor yang mampu menjadi mesin pendapatan desa,” tegasnya.
Menurut Khozaini kucuran ADD dan DD ini tidak bisa dipastikan apakah akan selamanya dan terus berlanjut nantinya. Jika terhenti desa yang tidak bisa mencari uang sendiri dipastikan pembangunan akan stagnan.
Baca Juga:Â Anggota DPRD Pulpis Berharap Disdik Memproses Guru Yang Tidak Disiplin Mengajar
“Tapi bagi desa yang sudah jalan sektor pendapatannya, itu tidak akan jadi masalah,” tegasnya.
Banyak sektor kata dia yang bisa digarap disektor koperasi simpan pinjam, UMKM, pertanian, perkebunan dan lain sebagainya. [Red]














Discussion about this post