Kalteng Today – Sampit, – Sejumlah spanduk dan baliho bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah mulai bertebaran di pinggir ruas jalan yang ada di daerah ini, padahal masa kampanye belum dijadwalkan. Hal ini menjadi perhatian sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kotim.
“Kami meminta aksi curi start kampanye tersebut harus ditertibkan, kami juga meminta agar pemerintah kabupaten bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertindak tegas terhadap baliho ataupun alat peraga kampanye bakal calon kepala daerah yang melanggar aturan,” ujar Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotim H.Hairis Salamad Rabu (16/9/2020).
Dirinya juga mengatakan banyak baliho dipasang tidak memperhatikan aturan dan harusnya itu harus ditertibkan, maka dari itu pihaknya meminta agar pihak KPU dan Bawaslu menyurati pemerintah daerah melalui instansi terkait agar baliho yang menyalahi aturan itu segera ditertibkan.
“Maraknya pemasangan baliho bergambar pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, juga menimbulkan tanda tanya masyarakat karena, terhadap pasangan bakal calon Bupati yang dinilai tidak etis karena masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) walaupun secara tertulis sudah mengundurkan diri tetapi masa kampaye belum dimulai,” ucap Hairis Salamad.
Baca Juga : Warga Digegerkan Dengan Penemuan Mayat di Kecamatan Telaga Antang
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengatakan banyaknya baliho dari salah satu pasangan Calon Bupati dari ASN yang terpasang hal ini membuat kecurigaan masyarakat terhadap ASN tersebut menggunakan dana anggaran.
Ia juga menambahkan seharusnya sebelum ditetapkan sebagai pasangan Calon Bupati, ASN itu seharusnya tidak boleh memasang baliho, karena kebijakan itu tercantum dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) tentang pelaksanaan netralitas bagi ASN.
“Bukannya saya tidak suka, tapi ada aturan yang harus dipatuhi, tentunya tidak etis, karena banyak yang mempertanyakan. Kalau tidak segera diklarifikasi bisa menimbulkan masalah baru di tengah pandemi Covid-19 yang banyak dirasakan masyarakat,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post