Kalteng Today – Kuala Pembuang, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan menilai dampak dari larangan membuka lahan dengan cara membakar sangat terasa sekali di masyarakat, khususnya berdampak untuk ketahanan pangan.
Hal ini dikatakan Wakil Ketua II DPRD Seruyan M Aswin di Kuala Pembuang.
Menurut M Aswin, zaman dahulu masyarakat yang ada di Kabupaten Seruyan masih bisa mempertahankan ketahanan pangan dan tidak akan terlalu pusing misalkan ada suatu hal yang terjadi misalnya saja seperti pandemi virus corona atau Covid-19.
“Kalau kita dulu itu tidak akan terlalu kesulitan terhadap pangan, khususnya untuk padi, karena hasil produksinya sangat melimpah sekali. Akan tetapi saat ini dampak dari larangan membakar lahan membuat sebagian besar petani tidak bisa menggarap lahannya,” kata Aswin.
Akan tetapi semenjak hal tersebut, hampir sekitar 80 persen masyarakat khususnya yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) II dan III sangat bergantung terhadap pasokan beras dari pulau Jawa.
Baca Juga:Â Dewan Minta Optimalisasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Untuk itu, dia berharap ada solusi bagi masyarakat yang ingin membuka lahan untuk pertanian.
“Ini harus segera dicarikan solusi karena mereka sudah berulang kali menyampaikan keluhannya, terkait larangan membakar lahan,” ungkapnya. [Red]














Discussion about this post