Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Pertunjukan tari bertajuk Lapan Lapin sukses menutup rangkaian Central Kalimantan Art Summit (CKAS) 2026 dengan memukau. Selama sekitar 45 menit, karya tari hasil riset tersebut memikat perhatian ratusan penonton yang memadati Panggung Terbuka Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (24/7/2026) malam.
Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D. Binti, mengatakan Central Kalimantan Art Summit 2026 merupakan rangkaian kegiatan yang diawali dengan Kemah Tari pada 15 Juli 2026, dilanjutkan Kotawaringin Art Festival, hingga Pentas Karya Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) 2026.
Baca Juga :Â Â Central Borneo Souvenir Mampu Jadi Wadah Perajin dan UMKM Kalteng Dalam Memasarkan Produk Kerajinan
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan seni dan budaya di Kalteng karena mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dana Abadi Kebudayaan melalui LPDP Indonesiana dan Manajemen Talenta Nasional Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Bagi kami ini merupakan momen yang cukup membanggakan, karena kegiatan ini mendapat dukungan Dana Abadi Kebudayaan, LPDP Indonesiana, serta Manajemen Talenta Nasional dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” ujarnya.
Wildae juga mengajak para pelaku seni dan budaya di Bumi Tambun Bungai untuk memanfaatkan berbagai program pendanaan yang disediakan Kementerian Kebudayaan guna mendukung pengembangan karya dan kegiatan kebudayaan.
“Mari para pelaku budaya mengajukan permohonan ke Kementerian Kebudayaan untuk mendapatkan fasilitas dukungan kegiatan sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 10 koreografer dari delapan provinsi serta delapan koreografer terpilih dalam CKCM 2026.
Wildae menjelaskan, salah satu tujuan utama CKCM Talenta Nasional adalah membangun basis data talenta seni terbaik di Kalteng sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan.
“Harapan kita melalui CKCM Talenta Nasional adalah memiliki data talenta-talenta seni terbaik di Kalteng,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur CKCM 2026, Budi Jaya Habibi, mengatakan malam penutupan Central Kalimantan Art Summit merupakan puncak dari tiga agenda besar, yakni Kotawaringin Art Fest yang digelar Pusat Olah Seni Kotawaringin Sari, CKCM bekerja sama dengan UPT Taman Budaya Kalteng, serta Bakti Budaya Djarum Foundation.
Baca Juga :Â Hadirkan Kemudahan Bagi Para Wajib Pajak, BPPRD Gandeng BCA
Sebagai penutup, panitia menampilkan karya hasil riset bertajuk Lapan Lapin, yang merupakan bagian dari program Indonesiana dalam skema penciptaan karya kreatif.
“Sebagai malam penutup, kami menampilkan karya hasil riset yang juga merupakan program Indonesiana dalam skema penciptaan karya kreatif berjudul Lapan Lapin,” jelasnya.
Budi mengungkapkan, karya tersebut lahir dari riset yang dilakukan bersama tim di Kabupaten Sukamara untuk mendalami kesenian Japen di Desa Padang.
Ia menjelaskan, Lapan Lapin dimaknai sebagai bahasa kerinduan yang merepresentasikan pengalaman emosional manusia.
“Lapan Lapin merupakan bahasa kerinduan. Rindu adalah bahasa purba manusia. Selama sekitar 45 menit pertunjukan, setiap penampil membawa kerinduannya masing-masing ke atas panggung,” ungkapnya.
Baca Juga :Â Transformasi Digital Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Sebuah Keharusan
Menurut Budi, pertunjukan tersebut menjadi refleksi bentuk kesenian masa kini yang tetap berakar pada tradisi, sekaligus relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
“Pertunjukan ini adalah hasil refleksi bentuk kesenian hari ini yang tetap relevan dengan kehidupan zaman,” imbuhnya.
Meski pelaksanaan Central Kalimantan Art Summit telah memasuki tahun kedua, Budi menilai masih banyak aspek yang perlu dievaluasi, terutama dalam memperkuat ekosistem seni tari di Kalteng.
“Evaluasi kami berfokus pada kebutuhan ekosistem seni tari di Kalteng. Kami masih membutuhkan dukungan dari pemerintah, sektor swasta, maupun komunitas agar pada penyelenggaraan tahun 2027 berbagai persoalan yang ada dapat diurai bersama,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post