Sedangkan untuk pasangan Halikinoor dan Irawati yang telah resmi diusung PDIP minggu lalu juga harus mencari kekurangan minimal 1 kursi harus juga masuk dalam pusaran bola liar partai politik yang sedang bergumul membangun koalisi minimal 20% dari jumlah kursi di DPRD Kotim,dan diprediksi yang bersangkutan dapat memperoleh partai koalisi selain upaya dari calon itu sendiri tapi juga tak lepas sifat DPP PDIP yang ikut campur tangan menyelamatkan untuk mendapatkan koalisi bilamana calon yang diusung mengalami kesulitan.
“Karena menjaga marwah atau gengsi partai yang selalu melekat pada PDIP. Halikinoor adalah calon yang berlatar belakang biokrat dan sekarang adalah Sekretaris Daerah Kotim dan merupakan orang dekat Bupati Supian Hadi baik secara pribadi dan kedinasan maupun politik, hal ini diperkuat dengan dipilihnya Irawati anggota DPRD Provinsi Kalteng fraksi PDIP sebagai wakil bupati pasangan Haliknoor dan Irawati adalah adik kandung Bupati Kotim Supian Hadi. Memang pasangan ini berpeluang besar mendapatkan partai koalisi namun hanya proses selanjut yang mereka tinggal lalui dan dinanti,” Urainya.
Baca Juga:Â Akibat Pandemi Covid-19, PAD Kotim 2021 Diproyeksikan Menurun
Gumarang menambahkan Kondisi sulitnya percodohan politik atau menemukan chemistry politik atau nampaknya adanya kebuntuan politij yang diperjuangkan oleh balon di livel daerah diluar pasangan Halikinoor dan Irawati akan berpotensi campur tangan total oleh DPP Partai untuk melakukan kawin paksa karena akibat waktu yang memaksa yang tak memberikan ruang lagi bagi balon untuk berjuang sendiri menemukan koalisi tersebut.
“Akibat sulitnya menemukan koalisi oleh balon dan timbulnya kawin paksa oleh DPP Partai maka jumlah calon diperkirakan sekitar 3 calon atau tiga pasangan namun itu sisi pisirifnya lebih ekonomis biaya politiknya dalam mendapatkan partai bagi para balon,” Demikian Gumarang. [Red]














Discussion about this post