Jhon Krisli yang juga mantan ketua DPC PDIP Kotim pernah upaya untuk berpasangan sebagai wakil bupati dengan Rudini ketua DPD PAN Kotim sekarang Rudini wakil ketua DPRD Kotim namun wacana itu batal dan Rudini harus memilih Samsudin ketua Depag kotim dan ketua PC NU Kotim sebagai wakilnya.
“Meski demikian Jhon Krisli tidak putus arang tiba-tiba dia melakukan munuver politik dengan menggandeng Perimus sebagai wakilnya dan partai Demokrat sebagai starting point Jhon Krisli dalam menentukan arah gerankan politiknya. Sepertnya Jhon Krisli hampir melupakan dengan partai Nasdem sebagai kader yang baru bergabung yang membutuhkan kader untuk tampil sebagai calon peserta pilkada 2020 yang diinginkan partai Nasdem,” ungkap Gumarang.
Disisi lain lanjutnya partai Nasdem menjadi bola liar atau sangat dinamis bahwa isu atau claim rekomendasi calon dari partai Nasdem tak ada kejelasan satu sama lainnya sesama balon. Oleh karena itu John Krisli harus berjuang berat untuk mendapatkan rekomendasi dari partai Nasdem selain harus mencari alternatif lain kalau tidak akan menjadi bagian yang ditinggal perahu.
“Bagaimana dengan pasangan Rudini dan Samsudin yang telah mendapat rekomendasi B1-KWK dari DPP Partai Amanat Nasional beberapa waktu lalu, namun juga harus melalui jalan terjal untuk mendapatkan partai koalisi hanya butuh 2 kursi saja lagi untuk menutupi kekurangan minimal 2 kursi dari partai lain,” jelasnya.
Baca Juga:Â Akibat Pandemi Covid-19, PAD Kotim 2021 Diproyeksikan Menurun
Dilain sisi partai lain Rudini juga terlihat sedang berjuang untuk mencari koalisi untuk kepentingan memperjuangkan kadernya yang sudah disiapkan sehingga menimbulkan benturan politik yang tak bisa menyatu ataupun tak menemupun chemistry politik untuk mendapatkan koalisi yang bisa memenuhi syarat pencalonan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim.
Hal ini jelas bukan hal yang mudah untuk Rudini berjuang mendapatkan partai koalisi yang diinginkan suatu langkah politik yang luar biasa yang harus dilakukan untuk merubah realita peta politik yang sedang dihadapi agar memperoleh koalisi.
Sementara unttuk Taufik Mukri dan Supriadi MT salah satu balon Bupati yang sejak awal sudah berpasangan dan telah mendapat restu atau rekomendasi dari DPP Partai Golkar, dan sampai sekarang pasangan tersebut kokoh tak pernah goyah dan bongkar pasang pasangan namun masih berjuang keras untuk memastikan partai koalisi untuk mencukupi minimal 20 persen dari jumlah kursi DPRD Kotim.
Baca Juga:Â Akibat Pandemi Covid-19, PAD Kotim 2021 Diproyeksikan Menurun
“Partai Nasdem dan partai Demokrat yang beredar isunya sebagai partai koalisi masih juga bersifat bola liar karena balon yang lainpun ikut meklaim terhadap partai Nasdem dan partai Demokrat Hal ini menimbulkan hawa politik yang panas karena masing2 balon harus mengeluarkan jurus andalan politiknya masing2 untuk menyingkirkan lawan politiknya,” kata Gumarang.














Discussion about this post