KPPM Siap Mengawal
Habib menegaskan KPPM tidak bermaksud mengganggu jalannya pemerintahan maupun memberikan penilaian prematur terhadap kepala dinas yang baru definitif.
Sebaliknya, KPPM ingin memberikan ruang kepada pimpinan baru untuk membuktikan kapasitasnya melalui kinerja yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Kami tidak sedang mencari-cari kesalahan. Kami ingin melihat keberanian seorang pimpinan definitif dalam menyelesaikan persoalan. Karena jabatan bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga soal tanggung jawab dan hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga : Pemuda, Mahasiswa, dan UMKM Bersatu, Bazar Kotim 2026 Dongkrak Produk Lokal
Karena itu, KPPM mendorong Kepala DKUKMPP Kotim menyusun sekaligus membuka kepada publik target kinerja 100 hari pertama, khususnya pada sektor UMKM, koperasi, perdagangan dan perindustrian.
Menurut KPPM, target tersebut dapat menjadi tolok ukur awal sekaligus instrumen bagi masyarakat untuk melihat arah kerja pimpinan baru.
Evaluasi pun diharapkan tidak berhenti sebagai kritik, tetapi menjadi bagian dari pengawasan publik yang konstruktif.
“Sekarang pertanyaannya bukan lagi siapa yang menjabat, tetapi apa yang mampu diselesaikan. Kami akan melihat dan mengawal progresnya. Kalau ada capaian, tentu harus diapresiasi. Kalau ada persoalan yang belum selesai, kami akan menyampaikan kritik secara terbuka dan berdasarkan data,” tutup Habib. [Red]














Discussion about this post