Swalayan UMKM Diminta Tak Sekadar Jadi Etalase
Perhatian KPPM juga diarahkan kepada Swalayan UMKM Kotim yang diharapkan menjadi salah satu wadah pemasaran produk lokal sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah.
Habib mengatakan pengelolaan Swalayan UMKM perlu dilakukan secara transparan dan profesional agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha.
“Kami berharap Swalayan UMKM jangan hanya menjadi tempat menitipkan produk. Harus ada strategi pemasaran, peningkatan kunjungan, evaluasi omzet dan target yang jelas. Kalau pemerintah menargetkan kontribusi terhadap PAD, publik juga berhak mengetahui bagaimana progresnya,” ungkapnya.
Baca Juga : Mengukur Integritas Dibalik Kemudi Kekuasaan, Suara Pemuda Ditengah Polemik Land Cruiser
Dengan demikian, keberadaan Swalayan UMKM menurut KPPM tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya produk yang dipajang. Perputaran barang, omzet, jumlah pelaku UMKM yang memperoleh manfaat dan perkembangan pasar menjadi bagian penting yang perlu dibuka secara transparan.
Koperasi Jangan Hanya Hidup di Atas Kertas
KPPM mendorong DKUKMPP memiliki pemetaan yang jelas mengenai kondisi koperasi di Kotim, mulai dari koperasi aktif, koperasi tidak aktif hingga koperasi yang membutuhkan pendampingan dan pembenahan.
“Koperasi jangan hanya bagus di data administrasi. Ukurannya adalah apakah koperasi tersebut benar-benar berjalan, melakukan RAT, memiliki aktivitas usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya,” lanjut Habib.
Menurutnya, data administratif seharusnya menjadi dasar untuk melihat kondisi nyata koperasi, bukan sekadar menjadi angka dalam laporan.
Perdagangan dan Harga Kebutuhan Pokok
Di sektor perdagangan, KPPM juga meminta DKUKMPP memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan harga kebutuhan pokok, terutama ketika terjadi gejolak harga di tengah masyarakat.
Pengawasan perdagangan, kata Habib, harus mampu memastikan rantai distribusi berjalan sehat sehingga kepentingan konsumen maupun pedagang kecil tetap terlindungi.
Bukan hanya harga di ujung rantai yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana barang bergerak dari distributor hingga sampai kepada masyarakat.














Discussion about this post