Kalteng Today – Entertaiment, – Kontroversi yang dilakukan stasiun tv Korea Selatan (MBC), terulang lagi. Bedanya, kali ini yang disudutkan atau dirugikan bukan satu pihak tertentu, melainkan beberapa pihak sekaligus dalam hal ini negara yang berpartisipasi di ajang Olimpiade Tokyo 2020.
Publik pasti masih ingat dengan kehebohan yang terjadi belum lama ini, tepatnya soal nama Indonesia yang disinggung dalam drama yang menceritakan tentang olahraga bulu tangkis berjudul “Racket Boys”. Dalam drama hasil produksi SBS tersebut, ada sebuah dialog yang membuat nama Indonesia dikhawatirkan memiliki citra buruk di mata penontonnya.
Walau pihak stasiun tv sudah meminta maaf, rupanya kejadian tersebut tidak serta-merta menjadi pelajaran buat lebih berhati-hati lagi kedepannya. Terbaru, kejadian serupa kembali terulang.
Dan yang membuat kecewa, tindakan yang menimbulkan kerugian ini tidak hanya ditujukan kepada satu negara layaknya Indonesia, namun ke banyak negara bahkan dalam gelaran bergengsi sejagat yang sedang berlangsung, yaitu Olimpiade Tokyo 2020.
Kejadian memalukan ini dilakukan oleh MBC yang memiliki hak siar menayangkan acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. Normalnya, saat pengenalan berbagai negara sudah selayaknya deskripsi dan penggambaran yang dipilih menyampaikan keunggulan atau hal unik yang dimiliki oleh tiap negara.
Tapi, pihak MBC saat itu malah menyantumkan keterangan dan deskripsi yang kurang pantas, bahkan dinilai sangat sensitif dan menyinggung. Sebagai contoh, MBC mendeskripsikan beberapa negara dengan hanya menggambarkan makanan khas yang diketahui berasal dari masing-masing negara, seperti Jepang yang diberi simbol Sushi, Italia yang diberi simbol Pizza, dan Norwegia yang diberi simbol Salmon.
Lebih parahnya lagi, beberapa bahkan dideskripsikan dengan mengungkit berbagai tragedi yang sempat terjadi di negara yang bersangkutan, seperti Ukraina yang digambarkan dengan bencana Chernobyl pada tahun 1986.
Selain itu, ada Marshall Island dari Amerika Serikat yang disebut sebagai “bekas situs uji coba nuklir”, kemudian Haiti yang disebut sebagai negara dengan situasi politik yang tidak stabil. Seakan belum cukup, pihak MBC juga menggambarkan Suriah sebagai negara dengan sumber daya alam yang kaya, tapi terjebak dalam perang saudara yang sudah terjadi selama 10 tahun.
Bagaimana dengan Indonesia? Saat salah satu kontingen tanah air memasuki area pembukaan dengan membawa bendera merah putih, kamera langsung menyorot Indonesia dan menyertai keterangan soal kasus Covid-19 tertinggi.

“Sedikit informasi mengenai Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, negara dengan penduduk terpadat di dunia urutan ke-4, memiliki GDP rendah, vaksinasi rendah, dan 6 persen penduduknya terinfeksi Covid-19,” tulis keterangan MBC.
Bukan cuma itu, pihak MBC juga memberikan gambaran peta Indonesia, namun nyatanya titik yang ditunjukan pada peta tersebut justru lebih menunjuk ke lokasi Malaysia.
Faktanya, saat menjelaskan negaranya sendiri, Korea Selatan dideskripsikan dengan 3 keunggulan yang dimiliki, mulai dari Gwanghamun, gerbang utama ke istana Gyeongbokgung yang merupakan istana kerajaan utama selama dinasti Joseon.
Selain itu menyantumkan foto BTS yang disebut sebagai kebanggaan Korea Selatan, dan menempatkan foto patung Laksamana Shin, yang dikenalkan sebagai pahlawan nasional.
Merasa bahwa penjelasan mengenai negaranya terlihat lebih dapat diterima dengan baik dibanding negara lain, MBC bahkan dianggap melakukan rasisme karena tidak melakukan hal yang sama ketika mendeskripsikan negara lain.
Kejadian ini tidak hanya dikecam oleh masyarakat dari tiap negara yang disinggung, sebagian besar masyarakat Korea Selatan nyatanya juga kecewa dan menyayangkan kejadian ini. Sadar akan kontroversi yang dibuat, pihak MBC langsung menyampaikan permintaan maaf melalui siaran langsung dan media sosial resmi Twitter.
Dirasa tak cukup, beberapa netizen Korea Selatan bahkan membuat petisi kepada Blue House (kepresidenan Korea Selatan) untuk menuntut tindakan para eksekutif MBC yang menyetujui foto-foto dan deskripsi tersebut layak disiarkan.

Setelahnya, Direktur Utama MBC, Park Sung Je melakukan permintaan maaf melakui konferensi pers yang dilakukan hari Senin, (26/07/2021), kemarin.
“Sebagai direktur eksekutif konten MBC, saya menyampaikan permintaan maaf yang terdalam dengan kepala tertunduk kepada orang-orang yang harus melalui rasa sakit karena siaran kami yang sembrono dan ceroboh, dan kepada pemirsa yang kecewa dengan kami,” ucap Park Sung Je.
Baca Juga : Gagahnya Kontingen Indonesia dalam Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020
Park diketahui juga sudah mengirim surat permintaan maaf ke beberapa negara yang dirugikan karena konten siaran yang dilakukan oleh MBC, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul pun bahkan sudah menyurati MBC perihal kontroversi ini.[Red]














Discussion about this post