kaltengtoday.com – Kuala Kurun. Juru bicara (Jubir) Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Maria Efianti mengatakan bahwa, kondisi kesehatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona atau COVID-19 di Kabupaten Gumas terus membaik.
“Kondisi kesehatan ODP di Gunung Mas terus membaik. Kategorinya empat dewasa dan satu anak-anak,” terangnya kepada awak media didampingi Kepala BPD Gumas Champili, dan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Gumas Nia Ernawati, Kamis (3/4/2020)
Ia mengatakan, lima ODP tersebut terdapat di wilayah Kecamatan Sepang, Kurun, dan Kecamatan Tewah yang kasusnya ditemukan tidak secara bersamaan, namun merupakan hasil akumulasi dari hari ke hari.
Diharapkan pada hari ke 14 mereka dapat dinyatakan sebagai orang yang sehat dan tidak masuk kriteria ODP.
Sampai saat ini perkembangan ODP selalu dipantau oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja masing-masing, dan kondisi mereka semakin membaik,” kata Maria Efianti yang juga merupakan Kepala Dinkes Gumas.
Dia menyebut, Dinkes Kabupaten Gumas juga telah menyiapkan pos call center di 0821-5394-3234 dan 0821-5394-3235, untuk melayani keluhan atau pertanyaan dari masyarakat Kabupaten Gumas, terkait COVID-19.
Sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Gumas, lanjut dia, telah terbangun dua pos gabungan yang berada di wilayah perbatasan, yakni di Kecamatan Sepang dan Manuhing.
Di pos gabungan ini, terdiri dari petugas gabungan, dimana terdapat tenaga kesehatan yang bertugas untuk memindai suhu tubuh dan mengamati secara visual pelaku perjalanan.
“Nantinya kalau ditemukan ada pelaku perjalanan yang sesuai gejala COVID-19, maka kita akan menindaklanjuti yang bersangkutan, sesuai dengan prosedur tetap dan aturan yang berlaku,” tandasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gumas Champili menambahkan di pos gabungan terdiri dari TNI-Polri, Dinkes, Dinas Lingkungan Hidup, Perhubungan dan Kehutanan, Satpol PP dan BPBD sendiri.
“Teknisnya di lapangan, kepolisian dan Dishub memberhentikan di jalan kemudian diarahkan cuci tangan, kemudian baru diperiksa di pos kesehatan, dan dikasih masker,” demikian Champili. [Jek-KT]














Discussion about this post