Pasca- aksi pelemparan botol minuman ke lapangan yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran pada laga Kalteng Putra vs Persib Bandung, Komite Dispilin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI ) akhirnya menjatuhkan sanksi berupa teguran keras kepada Sugianto Sabran.
Kaltengtoday.com – Jakarta. Di lansir dari laman resmi pssi.org Hasil sidang Komite Disiplin telah memutuskan sanksi teguran keras kepada Sugianto Sabran, yang kebetulan merupakan Kepala Daerah Kalimantan Tengah atas tindakan pelemparan botol ke dalam lapangan pada saat menyaksikan pertandingan Shopee Liga 1 antara Kalteng Putra versus Persib Bandung, 1 November lalu.
Dalam kasus ini, Sugianto Sabran dinilai melanggar pasal 55 junto pasal 8, junto pasal 12 Kode Disiplin PSSI dengan sanksi teguran keras. Apabila terjadi pengulangan terhadap pelanggaran maka hukumannya akan lebih berat. Selain sanksi individu, Komdis PSSI juga menjatuhkan hukuman kepada klub Kalteng Putra dan Panpel berupa denda Rp 50 juta dan Rp 20 juta.


Pemain Kalteng Putra, Patrich Steve Wanggai juga dihukum larangan bermain sebanyak dua pertandingan dan denda Rp 10 juta. Wanggai dengan sengaja menendang pemain lawan pada laga melawan Persib Bandung.
Sebelumnya aksi pelemparan botol minuman ke lapangan oleh Gubernur kalteng Sugianto Sabran viral di media sosial bahkan menjadi pemberitaan nasional. Dalam video tersebut Sugianto Sabran yang menyaksikan laga Kalteng Putra vs Persib Bandung dari tribun VVIP nampak emosianal memprotes keputusan wasit yang mengganjar Patrich wanggai dengan kartu merah hingga melakukan pelemparan ke arah bench pengawas pertandingan. Tidak berhenti disitu Sugianto Sabran juga turun ke lapangan dan sempat adu argumen dengan Kapolresta Palangka Raya yang saat itu menegur Gubernur agar menghentikan aksi melempar botol ke lapangan.
Ketegangan tidak berlangsung lama, usai pertandingan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran kemudian menyalami Kapolresta dan anggota polisi yang berjaga, Sugianto mengaku emosi dengan keputusan wasit yang dinilainya tidak adil dan merugikan Kalteng Putra yang tengah berjuang keluar dari zona degredasi.
Tim / kaltengtoday.com














Discussion about this post