Kalteng Today – Sampit, – Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Hj. Darmawati menegaskan banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan harus segera ditangani oleh pemerintah.
Pasalnya daerah tersebut merupakan daerah pemasok hasil pertanian di Kotim. Jangan sampai akibat itu menjadi gagal panen.
Menurutnya banjir yang melanda wilayah selatan itu terjadi sejak Sabtu, 3 Oktober 2020 dan telah menggenangi sejumlah lahan pertanian warga.
“Jika terus demikian, akan mengancam hasil pertanian setempat,” ucapnya, Sabtu, 30 September 2020.
Pemerintah kabupaten diminta harus cepat tanggap dalam memberikan bantuan bagi masyarakat di daerah terdampak banjir.
Mengingat di sana ada satu desa yang cukup parah luapan airnya, yaitu di Trans Handil Sohor yang mayoritas masyarakat di sana adalah petani.
“Hasil tani mereka terancam gagal panen jika terendam banjir seperti saat ini,” ungkap Darmawati.
Menurutnya, pemerintah kabupaten melalui instansi terkait harus cepat tanggap dengan kondisi masyarakat. Jangan menunggu semakin parah baru mulai bergerak, kebutuhan akan sandang pangan dan kesehatan masyarakat harus diperhatikan.
”Saat ini seperti yang kita ketahui, kita berada di tengah pandemi Covid-19, kita semua tahu bahwa perekonomian masyarakat terganggu, jangan sampai akibat banjir ini masyarakat semakin sengsara,” kata politisi partai Golkar itu.
Menurut dia, jika hasil panen di daerah tersebut gagal. Maka pemasukan masyarakat setempat otomatis akan berkurang atau bahkan hilang lantaran tidak ada hasil tani yang bisa dijual. [Red]














Discussion about this post