kaltengtoday.com – Pulang Pisau – Bantu penanganan covid-19, khususnya kepada Tenaga Medis yang merupakan garda terdepan penanganan birus covid-19, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau, H Ahmad Rifai dan Ketua Fraksi PDIP Yoppy Satriadi menyumbangkan baju Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 100 pices kepada Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pulang Pisau.
Bantuan APD tersebut di serahkan oleh Ketua DPRD H Ahmad Rifai dan Ketua Fraksi PDIP Yoppy Satriadi didampingi Sekwan Hendra kepada Jubir Gugus Tugas Covid-19 Pulpis, dr Mulyanto Budhiharjo di saksikan Kejari Pulpis Triono Rahyudi di Posko Siaga Covid-19 Pulpis, Rabu (15/4).
Yoppy Satriadi menjelaskan, bahwa APD ini merupakan bantuan pribadi dari saya dan H Ahmad Rifai dalam rangka memberikan dukungan dan motivasi kepada tenaga medis yang merupakan garda terdepan penanganan covid-19.
Awalnya kata Yoppy, saya dan ketua berdiskusi tentang kepeluan yang mendesak dan di butuhkan dalam penanganan covid-19 ini. Dari hasil diskusi itu lanjutnya, sepakat untuk menyumbangkan APD berupa jas laboratoriaum sebanyak 100 pices.
“Lalu kami mengubungi kawan yang di Malang untuk memesan APD itu. Kami bersyukur, APD tersebut hari ini bisa kami serahterimakan, ” ucap Yoppy, Rabu (15/4).
Harapan kita, kata Yoppy, pandemi Corona ini tidak berlangsung lama dan segera bisa di atasi sehingga Pulang Pisau menjadi zona hijau kembali.
“Jika ada warga status PDP, harapan kami segera sembuh, dan tenaga medis juga harus kita support dan perhatikan, baik mulai gizi dan dan staminanya sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik, ” tandasnya.
Sementara Ketua DPRD Pulpis H Ahmad Rigai menjelaskan bahwa bantuan APD ini merupakan inisiatif pribadi, saya bersama Yoppy Satriadi, dan bukan bantuan dari kelembagaan. Politikus Golkar ini mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap tenaga medis, khususnya yang di lapangan dalam penanganan virus covid-19.
Baca Juga:
Ketua DPRD Pulang Pisau Hadiri Lokakarya Mini Lintas Sektor
“Karena dalam memeriksa orang yang tidak tahu bahwa orang yang di periksa tersebut status ODP atau PDP. Kalau mereka bertugas tanpa APD yang memadai, bagaimana dengan keselamatan mereka. Makanya kami berdua mempunyai inisiatif menyumbangkan APD ini dengan diharapkan dapat menunjang tugas tenaga medis dalam menangani virus covid-19. Harapan kami bisa ” pungkasnya. [BS-KT]














Discussion about this post