Kaltengtoday.com, Sampit – Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kotawaringin Timur, Rudini Darwan Ali, angkat bicara terkait insiden viral pecahnya meja kaca di Kantor Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim yang diduga melibatkan salah satu kader PAN, H. Hairis Salamad, yang juga anggota DPRD Kotim dari Fraksi PAN.
Dalam keterangannya kepada media, Rudini menyayangkan apabila kejadian itu benar dipicu oleh emosi yang tidak terkendali. Menurutnya, tindakan seperti itu tidak seharusnya bahkan tidak perlu dilakukan.
“Kalau memang benar tindakan itu terjadi karena emosi yang tidak terkontrol, tentu kami sangat menyayangkan. Karena sejatinya seorang legislator harus mampu menjaga marwah kelembagaan dan bersikap santun dalam menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak masyarakat,” ujar Rudini, Kamis 10 Juli 2024.
Baca Juga : Habib Sayyid Abdurahman Serukan Dukungan Terhadap Pembentukan Koperasi Merah Putih
Rudini menjelaskan bahwa sebelum insiden itu terjadi, Fraksi PAN DPRD Kotim telah lebih dulu melayangkan surat teguran keras kepada Hairis Salamad karena dinilai jarang menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai anggota DPRD, termasuk jarangnya hadir di kantor menjalankan tugas kedinasan.
Surat bernomor 03/F-PAN.Kotim/VI/2025 tertanggal 26 Juni 2025 tersebut menyebutkan bahwa Hairis tercatat tidak aktif mengikuti rapat-rapat DPRD sejak 24 Februari 2025 hingga 25 Juni 2025. Dalam surat itu juga ditegaskan bahwa Fraksi meminta klarifikasi resmi dari yang bersangkutan.
“Teguran itu bagian dari pembinaan internal kami. Kita tidak ingin kader PAN di lembaga legislatif hanya sekadar hadir secara nama, tapi tidak aktif menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi. Teguran itu sudah disampaikan jauh sebelum insiden kaca meja pecah di dinas koperasi ini viral,” tegas Rudini.
Terkait insiden di Dinas Koperasi, Hairis sebelumnya juga telah membantah telah mengamuk dan menyebut kaca meja pecah secara tidak sengaja saat ia menyampaikan keluhan soal realisasi program pokok pikiran (pokir) untuk kelompok masyarakat di dapilnya, Parenggean. Namun, meski demikian, Rudini menilai sikap kehati-hatian tetap harus dijaga.
“Apa pun alasannya, seorang wakil rakyat harus mampu menahan diri. Kita memang punya tugas memperjuangkan aspirasi rakyat, tapi harus dilakukan dengan cara yang beretika dan mengedepankan dialog,” kata Rudini.
Ia juga memastikan bahwa DPD PAN akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh kader yang duduk di lembaga legislatif agar tetap menjaga integritas, etika, dan profesionalitas.
Baca Juga : Beberapa Desa di Bartim Sudah Dirikan Koperasi Merah Putih
“Kita ini partai reformis yang mengedepankan nilai moral dan keteladanan. Bila ada kader yang tidak menjalankan itu, tentu akan kami tegur dan evaluasi secara organisasi,” tegasnya.
Rudini mengimbau agar peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya kader PAN, untuk tetap menjaga sikap di ruang publik dan lembaga pemerintahan.
Ditambahkan Rudini, sampai dengan saat ini yang bersangkutan belum ada memberikan laporan kepada Partai tetkait insiden pecahnya kaca meja kantor Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim juga termasuk persoalan yang bersangkutan jarang ngantor. [Red]














Discussion about this post