kaltengtoday.com – Seruyan. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan Zuli Eko Prasetyo, meminta Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Dinas Kesehatan setempat untuk segera menyediakan masker jenis N95 yang diperuntukan khusus bagi para tenaga medis atau dokter yang menangani pasien dalam pengawasan (PDP) di ruang isolasi.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan harus menganggarkan untuk penyediaan masker N95 ini dalam penanganan Covid-19 terhadap pasien di ruang isolasi ataupun saat rujukan,” kata Zuli Eko, di Kuala Pembuang, Senin (23/3/2020).
Zuli Eko mengungkapkan, hingga saat ini seluruh fasilitas layanan kesehatan baik itu rumah sakit atau puskesmas di Kabupaten Seruyan belum tersedia masker N95 sebagai salah satu alat pelindung diri (APD) dalam mencegah penyebaran atau penularan Covid-19.
“Masker N95 ini merupakan masker yang wajib digunakan oleh petugas kesehatan yang merawat pasien di ruang isolasi. Itu adalah jenis masker yang memenuhi standar kesehatan dalam penanganan pasien yang diduga terpapar Covid-19 dari ancaman penularan,” ujarnya.
Kenapa dia meminta Pemkab Seruyan melalui dinas terkait untuk menyediakan masker jenis N95 ini, karena dia mendapatkan saran dan masukan serta keluhan dari tenaga dokter yang ada di Seruyan soal tidak adanya penyediaan masker N95 tersebut.
“Dokter itu bilang kalau mereka merasa was-was dalam menangani pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19 saat berada di ruang isolasi. Sebab hanya menggunakan hanya menggunakan jenis masker bedah, yang dinilai masih rawan terhadap penularan Covid-19,” ungkapnya.
Menurut Zuli Eko, pemakaian fungsi masker bagi tenaga kesehatan terkait penanganan Covid-19 antara masker N95 dengan masker bedah, ada memiliki perbedaan. Dimana masker N95, memiliki fitur proteksi yang lebih baik ketimbang jenis masker lain, seperti halnya masker bedah.
“Masker N95 ini mampu memfilter jenis partikel mikro yang kemungkinan membawa virus berbahaya, seperti Covid-19. Sedangkan jenis masker bedah hanya bisa menghentikan partikel besar. Itulah sebabnya ada dokter di Seruyan ini menyampaikan ke saya, mereka mengaku was-was dalam menangani pasien terduga Covid-19 saat berada di ruang isolasi,” jelasnya.
Dia berharap, terkait penyediaan masker N95 ini, dapat segera ditindaklanjuti Pemkab Seruyan melalui Dinas Kesehatan setempat dalam upaya antisifasi pencegahan Covid-19 bagi para tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini.
“Jadi sekarang setiap rumah sakit dan puskesmas di wilayah Seruyan ini harus memiliki masker jenis N95 yang hanya direkomendasikan bagi tenaga kesehatan atau medis,” tegasnya. [Red]














Discussion about this post