Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Agus H dan M Zakirin, dua pekerja media di Kabupaten Barito Timur, yang masing-masing tergabung di PWI dan IWO Bartim, tak henti-hentinya bersyukur. Kini mereka sudah mempunyai rumah sendiri, dari hasil keringat mereka selama bekerja.
“Daripada nebeng dengan orangtua, atau mengontrak, Bang,. Bayangkan kalau sebulan membayar Rp500 ribu, setahun saja berarti sudah Rp6 juta. Duit segitu untuk orang kan? Di sini, selama masa kita bayar cicilan, pada akhirnya menjadi rumah sendiri,” komentar Zakirin beranalogi, saat dijumpai di rumahnya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Pengurus PWI Kalteng Audiensi ke Polda
Tak kepalang tanggung, rumah yang mereka beli dengan sistem kredit termasuk dalam kategori rumah berkelas untuk jenis KPR tipe 36. Desainnya lebih modern dan kekinian. Apalagi letaknya strategis berada di jantung kota.
Perumahan Bana Residence, memang sedang menjadi incaran karena faktor-faktor tersebut. Kehadirannya seolah menggantikan Perumahan Pati Anom yang pada era 2005-2006 menjadi perumahan yang banyak diminati orang. Letaknya, hanya beberapa meter saja dari Bana Residence.
Itu, belum lagi bicara Perumahan Pondok Indah 1 di Km 3 Tamiang Layang, Pondok Karet di Jl Pramuka Tamiang Layang, dan Perumahan Pondok Indah 2 di Desa Jaar, yang sudah bisa dibilang penuh pemukim, dan pihak developer sedang membangun unit-unit baru lagi.
Peminat perumahan sepertinya tak pernah sepi di Kabupaten Barito Timur, apalagi Tamiang Layang sebagai ibukota kabupaten. Banyaknya ASN, anggota Polri/TNI yang bertugas, dari luar daerah maupun dari daerah sendiri, menjadi daftar pembeli yang mayoritas. Untuk yang dari daerah sendiri, biasanya adalah orang-orang seperti Zakirin, yang sudah berumah tangga dan lepas dari bayang-bayang orangtua mereka. Mencari jati diri sendiri sebagai penghuni otoritas penuh.
Sayangnya, ada pula yang dikabarkan bermasalah sehingga pembangunannya terbengkalai. Seperti di Perumahan Naga Sentosa City (NSC), Longkang, Desa Jaar, Kecamatan Dusun Timur, yang kini hanya dihuni beberapa orang saja.
Baca Juga : SIS Admo Ajak PWI Bartim Silaturahmi dan Rawat Kran Komunikasi
“Susah ya untuk bisa stay terus di sana. Pulang pergi kerja memakan waktu lama. Repot kalau ada tugas-tugas atau kegiatan mendadak. Apalagi anak masih kecil, kasihan kalau pulang malam-malam, karena letaknya yang cukup jauh,” tutur Ari, salah seorang ASN, tadi (Kamis, 25/9/2025)
Dan memang, salah seorang staf sebuah developer, yang minta tak disebut namanya, beberapa waktu ketika ngobrol dengan media ini, ada sedikit ketidaksinkronan antara atasan dengan pihak lain terkait pembiayaan. Sehingga banyak proses pengajuan calon pembeli yang ter-cancel. [Red]














Discussion about this post