Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek RI), Fauzan, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) yang berpihak pada rakyat.
Ia menjelaskan, keberpihakan eksekutif di bidang pendidikan tinggi menurutnya sangat selaras dengan arah kebijakan nasional terkait transformasi perguruan tinggi.
Baca Juga : Wamendiktisaintek Kunjungi UPR, Berikan Arahan Mengenai Kemandirian PTN-BLU
”Pak Menteri membuat suatu kebijakan yang disebut dengan Diktisaintek Berdampak, artinya mendorong kampus-kampus ini mencoba untuk mengeksplorasi potensi yang ada pada dirinya dan itu digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” katanya, Sabtu (5/7/2025).
Seluruh kebijakan pendidikan tinggi saat ini, diterangkannya, diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
”Atas dasar itu maka seluruh kebijakan yang terkait dengan pendidikan tinggi itu, harapannya bisa memberikan dampak, seperti beasiswa berdampak, ada pengabdian masyarakat berdampak, dan lainnya,” jelasnya.
Semuanya itu, disampaikan, seiring searah untuk memberikan dampak lingkungan, sehingga kehadiran kampus di manapun berada dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, Muhammad Reza Prabowo menjelaskan, program unggulan 10.000 Kuliah Gratis yang digagas oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran kini telah diikuti oleh 32 perguruan tinggi di Bumi Tambun Bungai.
Baca Juga : SPMB Tahun Ajaran 2025/2026: Disdik Terbitkan Petunjuk Teknis
Awalnya, program ini hanya diterapkan di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, namun seiring berjalannya waktu, berbagai perguruan tinggi lainnya turut ambil bagian dalam upaya mulia ini.
Ia menyampaikan, sinergi berbagai pihak sangat penting agar program ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
”Keinginan Bapak Gubernur adalah untuk menciptakan program 1 Keluarga 1 Sarjana dan ini perlu sinergi bersama,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post