Masalahnya Bukan Sekadar Pemerintah, Tapi Sistem yang Dibiarkan. Sering kali semua kesalahan diarahkan ke eksekutif. Tapi ini tidak adil jika kita menutup mata terhadap peran legislatif.
Karena dalam sistem demokrasi, pemerintahan yang lemah masih bisa dikoreksi oleh DPRD yang kuat.
Tapi jika DPRD juga lemah, maka yang tersisa hanya kegagalan kolektif.
Berhenti Berpura-Pura Normal, sudah saatnya publik berhenti menganggap kondisi ini sebagai hal yang biasa. terlebih lagi normal.
Karena ini sudah tidak normal jika daerah kaya dengan sumber daya, tapi tingkat kemiskinan tetap tinggi, Wakil rakyat tetap ada, tapi fungsi tidak terasa, politik berjalan tapi kualitas tidak meningkat. Ini bukan sekadar masalah teknis, ini adalah krisis kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Rakyat Tidak Butuh Legislator Kaya, Tapi Legislator Berkualitas
Jika pola rekrutmen politik tidak berubah, jika partai tetap menjadikan uang sebagai tiket utama mengikuti kontestasi di pemilu legislatif berikutnya, maka jangan berharap angka kemiskinan akan turun signifikan.
Baca Juga :Â Ketua DPRD Kalteng Dorong Suksesnya Dharmashanti Provinsi
Karena pada akhirnya, kebijakan yang baik lahir dari orang yang tepat, dan orang yang tepat tidak selalu yang paling kaya tapi yang paling paham dan paling peduli.(Fit).
Keterangan Foto:
Data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 menunjukkan Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Kalimantan Tengah, mencapai sekitar 26,69 ribu jiwa—sebuah potret nyata ketimpangan yang masih membayangi pembangunan daerah. [Red]














Discussion about this post