Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) menjelaskan, kelompok harga bergerak (volatile foods) dan juga harga yang diatur oleh pemerintah (administered price/AP) adalah kelompok penyumbang inflasi di provinsi ini pada Bulan Oktiober 2019 yakni masing-masing sebesar 1,06 persen dan 0,82 persen
Kaltengtoday.com – Kelompok komponen bergejolak (volatile foods) menjadi salah satu pernyebab tingginya angka inflasi di Kalteng pada Bulan Oktober 2019 yang mencapai 0,48 persen. Bahkan angka ini cukup tinggi bila dibandingkan dengan provinsi lainnya di Kalimantan pada bulan yang sama.
Dijelaskan Setian, Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) Senin (4/11) menjelaskan, kelompok harga bergerak (volatile foods) dan juga harga yang diatur oleh pemerintah (administered price/AP) adalah kelompok penyumbang inflasi di provinsi ini pada Bulan Oktiober 2019 yakni masing-masing sebesar 1,06 persen dan 0,82 persen.
Untuk diketahui, kelompok komponen bergejolak (volatile foods) merupakan inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shock (kejutan) dalam kelompok bahan makanan seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun perkembangan harga komoditas pangan internasional. Sementara harga yang diatur pemerintah (administered price) adalah harga barang atau jasa yang ditentukan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Dijelaskan Setian yang sehari harinya menjabat sebagai Kepala tim advisory dan pengembangan ekonomi BI Kalteng, pada periode mendatang diperkirakan ada beberapa hal yang akan mempengaruh tekanan inflasi sepert kenaikan harga ayam, dan komuditas lainya.
“Apalag ini memasuki perayaan hari besar keagaaman (Natal) dan juga persiapan Tahun Baru 2020,”ujarnya.
Dhan – KT














Discussion about this post