kaltengtoday.com – Meningkatnya kebutuhan telur setiap tahun tertama menjelang perayaan keagamaan membuat harga telur melambung dan bahkan menjadi penyumbang inflasi di Kalteng. Untuk mengatasinya saat ini Kalteng membutuhkan investor yang mau menanamkan modalnya untuk menjadi pemasok telur.
“Kita butuh pengusaha peternakan telur sehingga bisa menekan harga. Karena selama ini telur yang dijual di Palangkaraya dan di beberapa kabupaten di Kalteng berasal dari luar kota.” katakan Jenta, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kalteng, Senin 6 Januari 2020, di Palangkaraya.
Menurut Jenta, untuk mengatasi masalah ini pemerintah Provinsi Kalteng diharapkan bisa mencari investor peternakan telur yang akan mau berinvestasi di Kalimantan Tengah.
“Karena yang ada saat ini hanya kandang penyangga untuk ayam potong.” Katanya.
Sementara untuk telur belum ada sehingga ketika ada hari perayaan agama maka telur meningkat, seperti pada saat Natal harga telur meningkat sejak awal bulan Desember hingga awal Januari dan telur menjadi penyumbang inflasi di Palangkaraya bulan Desember,” Tutur Jenta.
Diungkapkanya, dengan kondisi ini diharapkan ada investor yang mau menanamkan modalnya sehingga paling tidak harga telur bisa lebih murah pada saat hari-hari besar keagamaan.
Seperti diketahui harga telur saat bulan Desember Rp 1.400 perbutir dari Rp 1.200 perbutir.
Yaya-KT














Discussion about this post