Bila Kalteng ingin menjadi salah satu eksportir hasil ikan, maka Kalteng harus bisa memotong jalur distribusinya dan menarik investornya datang ke Kalteng.
kaltengtoday.com – Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Ikan , Widodo Sumiyanto menegaskan, bila Kalteng ingin menjadi salah satu eksportir hasil ikan, maka Kalteng harus bisa memotong jalur distribusinya dan menarik investornya datang ke Kalteng. Hal ini karena potensi ikan hidup Kalteng ada 1,5 juta ton, sedangkan yang keluar daerah mencapai 500 ribu ton pertahunya dan sudah diekspor.
“Kenapa tidak ditarik investor langsung saja jadi tidak dimanfaatkan oleh Surabaya, tapi Kalteng langsung memotong rantai distribusinya, “ujarnya.
Dia juga menyebutkan, diluar negeri tulang ikan itu bisa dijadikan snack ,sementara Indonesiamasih mengandalkan daging. Padahal calcium itu adanya ditulang ikan. Padahal Indonesia ikan Indonesia itu sudah masuk ke 158 dari 195 negara yang diendors FAO.
“Artinya ikan indonesia itu sudah bisa masuk kesemua negara dengan penerapan sistim jaminan mutu dan keamananan hasil perikanan,”pungkasnya.
Yaya-KT














Discussion about this post