Kaltengtoday.com, Palangka Raya — Wakil Ketua sekaligus Ketua Harian Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Kalimantan Tengah (DPW PSI Kalteng), Rano Rahman, menyampaikan dukungan dan apresiasinya apabila mantan Presiden Joko Widodo bersedia mengambil peran sebagai Ketua Umum atau Pembina PSI.
Rano Rahman, yang juga merupakan salah satu pendiri PSI di Kalteng, mengungkapkan hal ini sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut bergabung dengan PSI menjadi salah satu pertimbangannya.
Baca Juga : Legislator Ini Tekankan Pentingnya Sikap Anti Korupsi
Sebelumnya dalam siaran pers resmi DPP PSI, dijelaskan bahwa syarat pencalonan Ketua Umum PSI adalah keanggotaan resmi dengan nomor anggota partai, serta dukungan minimal dari lima DPW dan dua puluh DPD kabupaten/kota, pengumuman calon terdaftar resmi dijadwalkan pada 8 Juni 2025.
“Jika Pak Jokowi bersedia menjadi Ketua Umum ataupun Pembina PSI, saya pribadi sangat menghargai dan siap mendukung sepenuhnya langkah tersebut,” ujar Rano Rahman kepada awak media, Kamis (22/52025).
Ia meyakini, kehadiran Presiden Jokowi akan membawa semangat baru bagi kader dan simpatisan PSI di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen partai terhadap nilai-nilai keberagaman, kemajuan, dan solidaritas sosial. Selain itu mayoritas kader dan jajaran PSI akan all out mendukung Jokowi.
Baca Juga : PSI Kota Palangka Raya Tutup Sementara Penjaringan Pendaftaran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota
“Kami di Kalteng tentu siap menyambut arahan dan mengikuti konsolidasi lanjutan apabila beliau berkenan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, PSI tengah menjalani proses penataan kepemimpinan dari tingkat nasional hingga daerah. Pemilihan Ketua Umum mendatang menjadi momentum penting dalam menentukan arah perjuangan PSI ke depan.
Pemilihan ketua Umum PSI direncanakan secara langsung melalui Pemilu Raya Partai. Sistem pemilihan satu anggota satu suara voting online 12-17 Juli 2025 sedangkan penetapan ketua umum terpilih pada kongres PSI di Solo 18-19 Juli 2025. [Red]














Discussion about this post