Kini, ia tak sekadar menghibur. Ia juga menghasilkan. Meski jumlah penonton fluktuatif — bisa mencapai 900 orang di satu sesi, dan kadang hanya puluhan — tapi rejekinya terus mengalir. Dalam sebulan, Natan pernah meraup hingga Rp30 juta dari saweran penonton. Namun, tak semua masuk kantong pribadinya.
“Itu masih harus dibagi sama pemilik akun atau agensi,” jelasnya.
Perusahaannya membekali Natan dengan perangkat siaran lengkap, seperti PC rakitan khusus, kamera, layar, dan koneksi yang mumpuni. Semua itu membuatnya bisa tampil maksimal dan membangun kedekatan dengan penonton.
Namun tak semua pengalaman manis. Ada juga yang bikin naik darah. Seperti saat penonton sengaja menahan saweran agar siaran tak kunjung selesai.
“Pernah siaran dari jam lima sore sampai lima pagi. Dua belas jam nonstop!. Gara-gara mereka sawer terus tiap kali aku mau selesai. Kadang kesal juga, kenapa nggak dari awal aja sawer, kenapa nunggu udah mau kelar?..,” katanya sambil tertawa.
Dalam dunia siaran langsung, batas antara hiburan dan eksploitasi kadang bisa kabur. Tapi Natan tahu betul di mana garisnya.
Baca Juga : Viral! Konten Kreator Rilis Desain Baju Lebaran Tema Ultraman, Banyak yang Mau Beli
“Kalau diminta hal-hal aneh, kayak buka baju atau yang nggak senonoh, ya aku tolak. Mau dikasih saweran berapapun, tetap nggak akan aku turuti. Harus ada batasnya,” tegasnya.
Dan kini, hampir setiap malam Natan menghibur para penonton setianya. Berbagi tawa dan dana tentunya serta dengan beragam permainan yang ia mainkan. Ada kalanya hari libur yang dimanfaatkannya untuk beristirahat atau hanya sekedar menghubungi kawan-kawannya untuk nongkrong bersama.
Lewat layar dan sinyal internet, Natan menjual keunikan. Tapi lebih dari itu, ia menjual konsistensi, keberanian, dan caranya sendiri untuk bertahan hidup di zaman yang tak lagi mengandalkan pekerjaan konvensional. [Red]














Discussion about this post